Download Audio: Merasakan Kelezatan Iman (Ust. Abdullah Taslim. MA)

Alhamdulillah Berikut ini kajian yg dibawakan oleh Ust Abdullah Taslim hafidhahullah, kajian ini di selenggarakan di mesjid SMA 1 Pomalaa (ba’da maghrib 01-juni-2010) ketika beliau berkunjung ke kota pomalaa. Semoga penjelasan beliau pada kajian ini bermanfaat bagi kita semua. Silakan download pada link berikut: Baca pos ini lebih lanjut

Iklan

Isu Penyetaraan Gender, Benarkah Mengangkat Derajat Kaum Perempuan?

Ustadz Abdullah bin Taslim. MA

Allah Ta’ala telah menetapkan syariat Islam yang lengkap dan sempurna, serta terjamin keadilan dan kebenarannya. Allah Ta’ala berfirman:

{وَتَمَّتْ كَلِمَةُ رَبِّكَ صِدْقًا وَعَدْلًا لَا مُبَدِّلَ لِكَلِمَاتِهِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ}

“Telah sempurnalah kalimat Rabbmu (al-Qur’an), sebagai kalimat yang benar dan adil. Tidak ada yang dapat merubah kalimat-kalimat-Nya dan Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” (QS al-An’aam:115).

Artinya: al-Qur’an adalah firman Allah Ta’ala yang benar dalam berita yang terkandung di dalamnya, serta adil dalam perintah dan larangannya, maka tidak ada yang lebih benar dari pada berita yang terkandung dalam kitab yang mulia ini, dan tidak ada yang lebih adil dari pada perintah dan larangannya[1]. Baca pos ini lebih lanjut

Pengaruh Sihir, Nyata Atau Tidak ?

Ustadz Abu Ihsan Al-Atsari

Adalah fakta, jika sihir memiliki pengaruh, seperti dapat membunuh orang yang terkena sihir, dapat membuat seseorang jatuh sakit, sihair dapat memisahkan antara suami dan isteri, juga bisa menimbulkan perseteruan antara dua orang yang bersahabat dan berkasih-sayang. Demikian ini termasuk salah satu aqidah Ahlu Sunnah wal Jama’ah. Yaitu meyakini bahwa pengaruh sihir benar-benar nyata dan ada.

Para ulama berbeda pendapat tentang hakikat sihir dan jenis-jenisnya, tetapi mayoritas ulama Ahlu Sunnah wal Jama’ah berpendapat, sihir dapat memberikan pengaruh langsung terhadap kematian orang yang disihir, atau membuatnya jatuh sakit, tanpa terlihat tanda-tanda lahiriyah yang menyebabkannya. Sebagian lainnya -yakni dari kalangan ahli filsafat dan kelompok Mu’tazilah- mereka mengklaim jika sihar hanyalah khayal (ilusi) belaka. [1] Baca pos ini lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: