Bingkisan Mungil untuk Pejabat

Ustadz Abu ‘Ukkasyah Aris Munandar, S.S.

Hukum hadiah yang ditujukan kepada pejabat, biasa dibahas oleh para ulama ketika membicarakan hukum hadiah untuk seorang hakim. Namun, ketentuan ini juga berlaku untuk semua pejabat negara, anggota DPR, dan lain-lain.

Dalam Duror al-Hukkam fi Syarh Majallah al-Ahkam al-Adliyyah: 13/95–98 disebutkan:

Hukum menerima hadiah yang diberikan oleh seseorang, karena pihak yang diberi hadiah memiliki jabatan tertentu, adalah haram. Sebabnya adalah, ketika Rasulullah mengetahui bahwa ada seorang pegawai baitul-mal yang menerima hadiah, Nabi berkhotbah di atas mimbar, seraya berkata (yang artinya),

“Andai dia duduk di rumah ibu dan bapaknya, apakah dia akan mendapatkan hadiah?” (HR. Bukhari) Baca pos ini lebih lanjut

Iklan

Seputar Pegadaian

Al Ustadz Muhammad Arifin Badri, M.A.

AR-RAHNU (PEGADAIAN)

Pendahuluan

Alhamdulillah, salawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Nabi Muhammad, keluarga, dan sahabatnya.

Akad pegadaian ialah suatu akad yang berupa penahanan suatu barang sebagai jaminan atas suatu piutang. Penahanan barang ini bertujuan agar pemberi piutang merasa aman atas haknya. Dengan demikian, barang yang ditahan haruslah memiliki nilai jual, agar pemberi piutang dapat menjual barang gadaian, apabila orang yang berutang tidak mampu melunasi piutangnya pada tempo yang telah disepakati.

Syariat pegadaian ini merupakan salah satu bukti bahwa Islam telah memiliki sistem perekonomian yang lengkap dan sempurna, sebagaimana syariat Islam senantiasa memberikan jaminan ekonomis yang adil bagi seluruh pihak yang terkait dalam setiap transaksi. Penerima piutang dapat memenuhi kebutuhannya, dan pemberi piutang mendapat jaminan keamanan bagi uangnya, selain mendapat pahala dari Allah atas pertolongannya kepada orang lain. Baca pos ini lebih lanjut

Awas Korupsi !!!

Oleh Ustadz Abu ‘Ukkasyah Aris Munandar, S.S.

Dari Abu Humaid as-Sa’idi, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hadiah untuk para pegawai adalah ghulul (harta yang di dapat dari khianat terhadap amanah, korupsi).” (Hr. Ahmad, no. 23601)

عَنْ عَدِىِّ بْنِ عَمِيرَةَ الْكِنْدِىِّ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ:  مَنِ اسْتَعْمَلْنَاهُ مِنْكُمْ عَلَى عَمَلٍ فَكَتَمَنَا مِخْيَطًا فَمَا فَوْقَهُ كَانَ غُلُولاً يَأْتِى بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Dari ‘Adi bin ‘Amirah al-Kindi, Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa di antara kalian yang kami beri amanah dengan suatu pekerjaan, lalu dia tidak menyerahkan sebuah jarum atau yang lebih bernilai daripada itu kepada kami, maka harta tersebut akan dia bawa pada hari kiamat sebagai harta ghulul (korupsi).” (Hr. Muslim, no. 4848) Baca pos ini lebih lanjut

Download Audio: Klarifikasi Oleh Ustadz Taslim Tentang Kejadian yang Sebenarnya antara Ustadz Firanda dan Syaikh Abdullah Al Bukhari

Alhamdulillah, pada kesempatan kali ini kami sampaikan rekaman klarifikasi tentang kejadian yang sebenarnya terhadap sebuah berita dusta yang beberapa waktu lalu disebarkan oleh sebagian pihak yang hobinya mentahdzir para du’at Salafiyin. Yaitu tentang kejadian yang sebenarnya antara Al Ustadz Firanda Andirja hafizhahullah dan Asy Syaikh Abdullah Al-Bukhari hafizhahullah. Alhamdulillah, beliau Al Ustadz Abdullah Taslim hadir dan menjadi saksi dalam pertemuan di rumah Syaikh Abdullah Al Bukhari. Klarifikasi ini disampaikan oleh Ustadz Taslim hafizhahullah saat sesi tanya jawab Dauroh Du’at Solo 2010 dan beliau al Ustadz Taslim sendiri yang menyuruh kami untuk menyebarkan rekaman ini di blog kami. Silakan download rekaman tersebut dan semoga menjadi jelas, siapa yang salah dan berdusta! Baca pos ini lebih lanjut

Download Audio: Dauroh Du’at Solo 2010 bersama Lima Ustadz Ahlus Sunnah

Alhamdulillah, pelaksanaan kajian ini berjalan dengan lancar dan diikuti oleh ribuan kaum muslimin dari berbagai kota : Jakarta, Bandung, Madiun, Semarang, Pati, Salatiga, Jogja dan sekitar Wilayah Solo. Dan juga para peserta sangat bersemangat dalam mengikuti kajian yang cukup panjang dan melelahkan ini, walaupun materi kitab belum selesai namun faidah yang sangat banyak dirasakan oleh para peserta yang hadir. Nasehat dan ilmu serta berkumpulnya para du’at adalah suatu nikmat yang harus kita syukuri dan insya Alloh kajian akan bersambung pada kesempatan tahun depan untuk menyelesaikan materi yang belum dibahas. Kami mengucapkan jazakalloh khoiron kepada panitia dan donatur yang membantu terlaksananya kegiatan tersebut. Antum bisa mendownload kajian para asatidzah yang hadir pada kajian tersebut. Baca pos ini lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: