Sesajen

Dahulu Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika diutus, masyarakat dan manusia saat itu memiliki budaya dan adat kebiasaan yang sangat kental. Hanya saja segala budaya dan adat kebiasaan yang bertentangan dengan agama Allah dilarang lalu dikikis habis, seperti budaya syirik, diantaranya menjadikan makhluk-makhluk yang sholeh sebagai perantara dalam beribadah, memberi kurban atau sesajian untuk para roh yang ditakuti dan diagungkan, bersumpah dengan selain nama Allah dan seterusnya. Demikian pula budaya dan adat yang non syrik diantaranya adalah membunuh anak-anak wanita karena malu, peperangan atas dasar fanatik kesukuan, menikahi istri ayah dan lainnya juga turut dilarang dan diberantas. Namun ada juga budaya atau adat kebiasaan yang direstui dan disetujui oleh Allah dan rasul-Nya, seperti menjamu dan memuliakan tamu, tebusan 100 ekor unta atas penghilangan nyawa, dan sebagainya. Baca pos ini lebih lanjut

Iklan
%d blogger menyukai ini: