Menyoal Nikah Sirri

Akhir-akhir ini di berbagai media masa kita dihidangkan dengan adanya rancangan undang-undang (RUU) tentang hukum pidana bagi pelaku nikah sirri yang kini banyak mengundang kontroversi dari berbagai pihak. Oleh karena itulah kali ini kami ingin menyajikan pembahasan tentang pernikahan yang tidak tercatat di KUA ini –terlepas dari kontroversi apakah pelaku pantas diberi sanksi pidana ataukah cukup dengan sanksi administratif-. Pembahasan ini kami nukilkan dari majalah al-Furqon edisi 11 th. Ke-8, Jumada Tsaniyah 1430H/ Juni 2009 dengan tema cover “Nikah Ilegal, Nikah Bermasalah”. Semoga tulisan ini menjadi sebuah opini fiqih yang dapat membuka wacana kita sehingga mampu menjadi solusi dan peredam bagi kontroversi yang ada. Wabillahit taufiq Baca pos ini lebih lanjut

Iklan

Mengkritisi Sejarah Perayaan Maulid Nabi sallallahu ‘alaihi wa sallam

Ustadz Abu Ubaidah Yusuf  as-Sidawi

Sesungguhnya kelahiran Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ke dunia ini merupakan nikmat yang sangat agung. Bagaimana tidak, dengan kelahiran beliau shallallahu ‘alaihi wasallam berarti lahirlah seorang nabi yang penuh kasih dan berjasa besar dalam mengeluarkan manusia dari kegelapan kebodohan masa jahiliah menuju Islam yang keindahan cahayanya dapat kita rasakan hingga detik ini.

“Sungguh Allah telah menganugerahkan kepada orang-orang yang beriman yaitu ketika Allah mengutus di antara mereka seorang rasul dari kalangan mereka yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, menyucikan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al-Kitab dan Al-Hikmah (As-Sunnah), padahal sebelumnya mereka berada dalam kesesatan yang nyata.” (QS. Ali Imran : 164). Baca pos ini lebih lanjut

Mengapa Mereka Menolak Hadits Ahad???

Abu Salma al-Atsary

Segala puji hanya bagi Allah, Rabb pemelihara alam semesta, yang mengutus nabi-Nya dengan agama yang Haq, yang akan dimenangkan dari agama seluruhnya. Dialah Allah yang mengutus manusia yang paling sempurna kepribadiannya, yang paling mulia suluk (akhlak)nya, dan manusia yang terbaik dibandingkan lainnya. Dialah Muhammad bin Abdullah ‘alaihi sholaatu wa salaam, yang diutus oleh Rabbul ‘alamin sebagai rahmatan lil ‘alamin, yang menunjukkan manusia kepada jalan yang diridhai Allah, yang mengajak manusia kepada kebahagiaan abadi, menyeru manusia kepada penghambaan hanya semata-mata kepada Allah. Maka berbahagialah siapa saja yang mentaatinya, membenarkan apa-apa yang diberitakan olehnya, menjauhi apa-apa yang dilarangnya, dan beribadah kepada Allah dengan apa-apa yang dituntunkannya. Sebaliknya, sungguh celaka dan binasa orang-orang yang memaksiatinya, mengingkari berita-beritanya baik sebagian maupun seluruhnya dan mengadakan bid’ah di dalam agama ini. Baca pos ini lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: