Menggapai Keridhoan Allah Ta’ala

Ustadz Ramli bin Haya Al Kandary

Segala puji bagi Allah Ta’ala, shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam, amma ba’du:

Tujuan dan cita-cita tertinggi bagi setiap muslim bagaimana agar dia bisa mendapatkan keridhoan Allah yang dengan keridhoann-Nya tersebut, Allah akan memasukkannya kesurga-Nya yang penuh dengan kenikmatan. Untuk mencapai tujuan atau cita-cita tersebut maka banyak orang menempuh jalan dan melakukan amalan-amalan, akan tetapi banyak diantara mereka yang tidak mengenal jalan untuk mencapai cita-cita tersebut. Harapan mereka sirna, tujuan mereka tidak tercapai dan amalan yang mereka lakukan adalah sia-sia, meskipun niatnya untuk mendapatkan kebaikan karena betapa banyak orang yang menginginkan kebaikan dia tidak mendapatkannya.

Rasul kita yang mulia Shallallahu ‘alaihi wasallam telah menunjukkan kepada kita jalan menuju keridhoan Allah dalam haditsnya yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sungguh Allah ridho pada kalian dengan tiga perkara agar kalian beribadah kepada-Nya saja dan tidak mensyariatkan sesuatupun dengan-Nya dan agar kalian  berpegang teguh pada tali agama Allah dan jangan berpecah belah” Dalam hadits ini menunjukkan pada kita bahwasanya yang pertama dan utama agar kita mendapat keridhaan Allah adalah mentauhidkan-Nya dan tidak mensyerikatkan-Nya dengan sesuatu pun dari mahluk-Nya.

Mengapa demikian? Apa rahasianya sehingga tauhid dan tidak berbuat syirik menjadi syarat utama untuk mendapatkan keridhoan Allah Ta’ala.? Ternyata jika kita memperhatikan ayat-ayat al-qur’an dan hadits-hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam maka kita akan menemukan tentang keutamaan mentauhidkan Allah ta’ala dan menjauhi kesyirikan diantaranya:

1.Mentauhidkan Allah adalah hak Allah yang paling agung atas hamba-Nya sebagaimana dalam riwayat  Bukhori dan Muslim takkala Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya kepada Mu’adz “Waha mu’adz tahukah kamu hak Allah atas hamba-Nya dan hak hamba atas Allah?” Mu’adz menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu” maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menerangkan bahwasanya hak Allah atas hamba-Nya agar seseorang hamba mentauhidkan-Nya dalam beribadah dan tidak menserikatkan Allah dengan sesuatu pun, sedangkan hak Hamba atas Allah bahwasanya Allah Azza wa jalla tidak akan mengazab seorang hamba yang tidak berbuat syirik.

2.Allah ta’ala mengutus para Rasul-Nya dengan tujuan utama agar para rasul mengajak umat-Nya untuk mentauhidkan Allah ta’ala dan menjauhi kesyirikan sebagaimana Allah menjelaskan hal ini dalam surat An-Nahl ayat 36: “Sungguh kami telah mengutus pada setiap ummat seorang rasul agar menyerukan beribadah kepada Allah dan menjauhi thogut (kesyirikan)

3.Orang yang berbuat syirik kepada Allah maka sungguh Allah telah mengharamkan baginya surga dan tempat kembalinya adalah neraka, sebagaimana firman-Nya: “Sesungguhnya barang siapa mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka sungguh Allah mengharamkan surga baginya dan tempatnya ialah neraka dan tidak ada seorang penolong pun bagi orang-orang dzalim itu” (QS. Al-Maidah : 72)

4. Orang yang berbuat kesyirikan Terhadap Allah, maka amalan yang dia telah lakukan baik sholat, puasa, zakat dan hajinya akan batal/gugur sebagaimana Allah ta’ala telah menjelaskan hal ini dalam al-Qur’an: “Seandainya mereka melakukan kesyirikan kepada Allah, niscaya gugurlah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan”(QS. An Nisaa:48)

Karena begitu pentingnya masalah mentauhidkan Allah dan bahayanya mensyerikatkan Allah dalam beribadah, maka nabi Ibrahim ‘alaihis salam sebagai kekasih Allah mengkhawatirkan dirinya dan anaknya keturunannya dari berbuat syirik sehingga beliau berdo’a sebagaimana di abadikan dalam Al-Qur’an: “Jauhkanlah aku dan anak keturunanku dari menyembah berhala” (QS. Ibrahim : 35)

Begitu besarnya bahaya kesyirikan ini sehingga Allah menjelaskan kepada kita bahwa syirik adalah satu-satunya dosa yang tidak diampuni oleh Allah ta’ala jika pelakunya tidak bertobat sebelum wafatnya, sebagaimana dalam firman-Nya: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa orang yang berbuat syirik, dan Allah mengampuni dosa selain syirik bagi siapa yang Dia kehendaki” (QS. An-Nisaa:48)

Ketahuilah banyak diantara kita kaum muslimin yang melakukan perbuatan kesyirikan  yang dengannya akan membatalkan keislamannya.

Diantara bentuk-bentuk kesyirikan yang biasa dilakukan oleh kaum muslimin adalah:

1.Memakai jimat berupa gelang, kalung, benang-benang atau sesuatu yang digantungkan di badan di rumah-rumah di pohon –pohon dengan keyakinan benda tersebut dapat menghilangkan bahaya, menolak mudhorat atau mendatangkan manfaat, padahal satu-satunya Dzat yang dapat mendatangkan manfaat dan menolak mudhorat adalah Allah Subhanahu wa ta’ala, tidak ada sekutu bagi-Nya

Dalam sebuah hadits riwayat Imam Ahmad dengan sanad yang hasan: “Barang siapa yang menggantungkan TAMIMAH (jimat-jimat) maka sungguh dia telah berbuat SYIRIK”

2. Mengharap berkah dari pohon dan batu tertentu atau kuburan-kuburan para wali tertentu yang tidak ada dalil Qur’an dan Sunnah yang menunjukkannya, padahal keberkahan itu datangnya hanyalah dari Allah Azza wa jalla dan tidak dari lainnya.

Jika kita meyakini ada benda –benda tertentu yang dapat mendatangkan keberkahan seperti batu, pohon-pohon dan kuburan-kuburan, maka kita telah menjadikan kesyirikan terhadap Allah Subhanahu wa ta’ala dalam masalah keberkahan.

Sebagaimana sebuah hadits shohih riwayat Thirmidzi, dimana Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menegur sebagian sahabatnya yang baru meninggalkan kekufuran yang meminta kepada beliau agar dibuatkan atau ditunjukkan sebuah pohon untuk menggantungkan senjata-senjata mereka di pohon tersebut untuk mendapatkan keberkahan sebagaimana yang dilakukan oleh orang-orang musyrikin arab.

3.Sihir, praktek perdukunan dan tukang ramal

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa mendatangi dukun atau tukang ramal, lalu membenarkan perkataannya, berarti ia telah kufur kepada apa yang telah diturunkan kepada Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Ahmad dalam Musnadnya no. 9541)

Ibnu Atsir rahimahullahu menjelaskan, “Yang dimaksud dengan tukang ramal adalah ahli nujum atau orang pandai yang mengaku mengetahui ilmu ghaib, padahal hanya Allah Subhanahu wa Ta’ala yang mengetahui persoalan ghaib. Tukang ramal itu masuk dalam kategori dukun.”

4.Dan masih banyak lagi jenis-jenis kesyirikan yang sering dilakukan oleh kaum muslimin diantaranya: berkurban atau menyembelih binatang yang diperuntukkan kepada selain Allah ta’ala (yaitu kepada jin, kepadakuburan-kuburan para wali dan sebagainya). Demikian juga meminta perlindungan dan pertolongan kepada jin-jin dan syaitan, meminta rezeki atau kekayaan melalui jin, menganggap sial dengan bunyi burung-burung tertentu, hari dan bulan tertentu yang mana anggapan tersebut tidak ada sandarannya dari Al-Qur’an dan Hadits-Hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam, maka semua itu adalah perbuatan syirik.

Karenanya maka wajib bagi kita untuk mempelajari Tauhid dan perkara-perkara yang membatalkan tauhid berupa kesyirikan karena Allah Subhanahu wa ta’ala memerintahkan kita untuk mempelajari tauhid dalam surat Muhammad ayat 19. “Ilmuilah Kalimat La ilaha illallah………..”

Kalau kita sudah mempelajari bagaimana mentauhidkan Allah dan menjauhi kesyirikan terhadap-Nya kemudian kita mengamalkannya maka insya Allah kita akan mendapatkan keridhoan Allah Subhanahu wa ta’ala yang dengan keridhoan tersebut kita mengharapkan agar Allah memasukkan kita ke dalam surga-Nya yang penuh dengan kenikmatan sehingga tercapailah  cita-cita dan harapan tertinggi kita Amiin

Kendari, Dzulhijjah, 1430 H.

One Response to Menggapai Keridhoan Allah Ta’ala

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: