Cinta Dan Kasih Sayang Pangkal Ketentraman Berumah Tangga

Abu Ziyad Wawan An-Nambuwi

 

Segala puji bagi Alloh Ta’ala Robb semesta alam, sholawat dan salam atas Nabi dan Rosul termulia Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam kepada keluarga, sahabat beliau serta ummatnya yang selalu setia mengikutinya sampai akhir zaman. Amma Ba’du;

Tidak jarang seorang wanita yang baru saja dipersunting mengeluh perihal dirinya. Ia merasa telah berbuat banyak untuk pendamping barunya, tetapi yang banyak itu belum ia pernah ia rasakan hasilnya. Ia belum mendapati bunga cinta dan kasih sayang yang ia pernah dambakan dari pasangannya. Lalu muncul pertanyaan, “Bagaimana cara untuk menumbuhkan rasa cinta di hati suami dan begitu pula sebaliknya?”

Pasutri yang lain, yang telah sekian tahun menjalani hidup bersama dalam suka maupun duka pun terkadang mengeluhkan tentang hubungan mereka berdua yang terasa makin hambar saja. Pasalnya bukan tidak bisa bersama lagi, namun kehidupan yang mereka jalani terasa berlalu begitu saja dengan tidak menyisakan sesaat atau dua saat untuk menikmati indahnya cinta dan kasih sayang. Singkat kata, mereka mempertanyakan, “Mengapa bunga-bunga cinta di antara kami mulai layu?”

Cinta dan kasih sayang adalah hal yang sangat penting dalam kehidupan pasutri. Dengannya Alloh Azza Wa jalla menjadikan mereka berdua hidup bersama dalam ketenangan dan kedamaian. Bila rasa cinta dan kasih sayang tiada maka akan terasa berat bagi mereka berdua untuk menjalani hidup bersama. Hal itu karena memang kebersamaan tidak mungkin akan terjalin tanpa cinta dan kasih sayang.

Alloh Azza Wa jalla berfirman :

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. (QS. Ar-Rum : 21)

Sehingga kita bisa membayangkan bagaimana kegalauan hati seorang istri yang baru saja menjalani hidup bersama suaminya yang kita misalkan di atas, maupun kegalauan suami bila hal yang sama menimpanya. Ternyata kegalauan di saat yang demikian itu wajar, sebab mereka tentu sangat membutuhkan cinta dan kasih sayang di setiap saat dari kehidupan mereka dalam berkeluarga.

Begitu pula, wajar bila sebuah pasutri sempat berpikir serius tentang semakin layunya cinta kasih di antara mereka berdua, sebab boleh dikata cinta kasih merupakan kebutuhan asasi mereka berdua saat ini.

Sebenarnya masalah ini bukan muncul begitu saja tanpa sebab, dan tidak pula sebab-sebabnya terlalu sulit atau tidak didapati solusinya. Hanya saja yang menjadikan perkara ini menjadi rumit adalah karena terkadang sebagian pasutri tidak memahami sebab-sebab tersebut, sebagian lagi tidak memahami kenyataan layunya cinta kasih mereka, dan sebagian lainnya tidak memahami tentang siraman terbaik agar cinta dan kasih sayang tetap tumbuh dan membuahkan ketentraman hidup berumah tangga.

Oleh karena itu untuk menjawab pertanyaan di atas dan bagi pasutri yang mengidamkan kebahagian rumah tangga, hendaklah ia memperhatikan kehidupan rumah tangga Rosulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Olehnya itu penulis berusaha memaparkan bagaimana Rosulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membahagiakan istri-istrinya dan selalu menumbuhkan rasa cinta dan kasih sayang dalam rumah tangganya, simaklah!

Dari Aisyah Radhiallahu anha ia berkata, aku biasa mandi berdua bersama Rosulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dari satu bejana. (HR. Al-Bukhari)

Rosulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak melewatkan kesempatan sedikit pun kecuali Beliau memanfaatkan untuk membahagiakan dan menyenangkan istrinya melalui hal-hak yang dibolehkan.

Aisyah Radhiallahu anha mengisahkan :

Pada suatu hari ketika aku ikut bersama Rosulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam sebuah lawatan. Pada waktu itu aku masih seorang gadis yang ramping. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan rombongan agar bergerak terlebih dahulu. Mereka pun berangkat mendahului kami. Kemudian beliau berkata kepadaku kemarilah! Sekarang kita berlomba lari. Aku pun meladeninya dan akhirnya aku dapat mengungguli beliau. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam hanya diam saja atas keunggulanku tadi. Hingga pada kesempatan lain, ketika aku sudah gemuk, aku ikut bersama beliau dalam sebuah lawatan. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan rombongan agar bergerak terlebih dahulu. Kemudian beliau menantangku berlomba kembali. Dan akhirnya beliau dapan mengungguliku. Beliau tertawa seraya berkata, “inilah penebus kekalahan yang lalu!” (HR. Ahmad)

Di antara keelokan budi pekerti Rosulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan keharmonisan rumah tangga Beliau ialah memanggil Aisyah Radhiallahu anha dengan nama kesayangan (dengan nama “Aisy”)dan mengabarkan kepadanya berita yang membuat jiwa serasa melayang-layang.

Aisyah Radhiallahu anha menuturkan. “ pada suata hari Rosulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata kepdanya, Wahai ‘Aisy (panggilan kesayangan Aisyah Radhiallahu anha) malaikat Jibril alaihis salam tadi menyampaikan salam buatmu. (Muttafaq ‘alaihi)

Bahkan Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam selaku Nabi umat ini yang paling sempurna akhlaknya dan paling tinggi derajatnya telah memberikan sebuah contoh yang berharga dalam hal berlaku baik kepada sang istri dan dalam hal kerendahan hati, serta dalam hal mengetahui keinginan dan kecemburuan wanita. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam menempatkan mereka pada kedudukan yang diidam-idamkan oleh seluruh kaum hawa. Yaitu menjadi seorang istri yang memiliki kedudukan terhormat di samping suaminya.

Aisyah Radhiallahu anha menuturkan, “suatu ketika aku minum, dan aku sedang haidh, lantas aku memberikan gelasku kepada Rosulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan beliau meminumnya dari mulut gelas tempat aku minum. Dalam kesempatan lain aku memakan sepotong daging, lantas beliau mengambil potongan daging itu dan memakannya tepat di tempat aku memakannya. “(HR. Muslim)

Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam lebih memilih etika berumah tangga yang paling elok dan sederhana.

Diriwayatkan oleh Aisyah Radhiallahu anha bahwa ia berkata, Rosulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah mencium salah seorang istri beliau baru kemudian berangkat menunaikan sholat tanpa memperbaharui wudhu. (HR. Abu Daud dan At-Tirmidzi)

Dalam berbagain kesempatan, beliau selalu menjelaskan dengan gamblang tingginya kedudukan kaum wanita di sisi beliau. Mereka kaum hawa memiliki kedudukan yang agung dan derajat yang tinggi. Rosulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah menjawab pertanyaan ‘Amr bin Al-ash Radhiallahu anhu seputar masalah ini, beliau jelaskan kepadanya bahwa mencintai istri bukanlah suatu hal yang tabu bagi seorang lelaki yang normal.

Amr bin Al-ash Radhiallahu anhu pernah bertanya kepada Rosulullah shallallahu ‘alaihi wasallam “siapakah orang yang paling engkau cintai?” Beliau menjawab, “Aisyah” (Muttafaq ‘alaihi).

Olehkarena itu barangsapa yang mengidamkan kebahagian rumah tangganya maka contohilah kehidupan rumah tangga beliau shallallahu ‘alaihi wasallam agar rasa cinta dan kasih sayang selalu tumbuh dan bersemi dalam kehidupan rumah tangganya.

Semoga kita termasuk pasutri maupun calon pasutri yang memahami arti sekaligus mengetahui proporsi yang tepat dalam arti cinta dan berkasih sayang dalam hidup berumah tangga sehingga akan kita gapai kebahagian yang diridhoi-Nya, Amiin. Wallohul muwaffiq…

Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat, wa shallallaahu ‘alaa nabiyyina Muhammad wa ‘alaa aalaihi wa shohbihi wa sallam.

Di nukil dari buku: “Sehari dikediaman  Rasulullah” Abdul Malik Al-Qosim

Kendari, Pantai Nambo, Syawal 1430/Oktober 2009

3 Responses to Cinta Dan Kasih Sayang Pangkal Ketentraman Berumah Tangga

  1. abu ismail mengatakan:

    Akhi wawan, antum udah tulis artikel ini, jadi kami tunggu antum praktekan apa yang antum tulis.

  2. Ping-balik: Inilah Hak-Hak Suami-Istri « Madrasah Ibnu Abbas As-Salafy Kendari

  3. Ping-balik: Inilah Hak-hak Suami Istri [Perhatikanlah!] « Blognya K' Dani

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: