Derita Sesudah Mati !

Ustadz Ahmas Faiz bin Asifuddin

Ketika orang meninggal dunia, ia tidak lantas menempati peristirahatan terakhir. Ia hanya singgah untuk sementara waktu, meskipun persinggahan itu bisa lebih lama daripada ketika ia hidup di alam dunia. Itulah alam barzakh, alam kubur. Bahkan mungkin di sana, ia tidak sempat beristirahat sama sekali, meski hanya sekejap, sebab ia terus-menerus mendapatkan siksa.

Alam barzakh ini pasti dilalui oleh setiap insan, sebelum datangnya hari pengadilan besar yang siapapun tidak akan bisa lolos darinya. Hari ketika Allah datang untuk mengadili setiap manusia sesuai dengan yang pernah mereka kerjakan. Hari kiamat. Hari yang tidak pernah diharapkan kehadirannya oleh orang kafir, sebab mereka sudah mengetahui dan merasakan kedahsyatannya ketika mengalami siksa hebat di kuburnya. Baca tulisan ini lebih lanjut

Arafah Melahirkan Orang-Orang Yang Terbebas Dari Neraka

Ustadz Anas Burhanuddin, MA

KEUTAMAAN HARI ARAFAH

Hari Arafah yang jatuh pada tanggal 9 Dzulhijjah setiap tahun merupakan salah satu hari yang paling utama sepanjang tahun. Bahkan dalam madzhab Syafi’i disebutkan bahwa jika ada orang yang mengatakan, ‘Isteri saya jatuh talak pada hari paling utama’, maka talak tersebut jatuh pada hari Arafah.[1] Keistimewaan hari ini berdasarkan pada dalil umum dan khusus.

Dalil umum yaitu hadits Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhum bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Tidak ada hari-hari di mana amal saleh di dalamnya lebih dicintai Allah Ta’ala daripada hari-hari yang sepuluh ini”. Para Sahabat bertanya, “Tidak juga jihad di jalan Allah ? Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Tidak juga jihad di jalan Allah, kecuali orang yang keluar mempertaruhkan jiwa dan hartanya, lalu tidak kembali dengan sesuatupun.” (HR. al-Bukhari no. 969 dan at-Tirmidzi no. 757, dan lafazh ini adalah lafazh riwayat at-Tirmidzi). Baca tulisan ini lebih lanjut

Amalan Paling Ringan, Berpahala Paling Besar

Ustadz Farid Muhammad al-Bathothy, Lc

Setiap orang muslim di antara kita tentu menginginkan berumur panjang supaya bertambah kebaikannya. Seperti yang disabdakan oleh Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam tatkala beliau ditanya, “Siapakah orang yang paling baik itu?” Beliau menjawab “Yaitu orang yang panjang umurnya dan baik amalannya.” (HR. at-Tirmidzi dan Ahmad).

Kehidupan di dunia ini merupakan tempat untuk menambah dan memperbanyak amalan-amalan yang baik agar manusia bahagia setelah kematiannya serta rela dengan apa yang ia kerjakan. Baca tulisan ini lebih lanjut

Sepenggal Kisah Dari Keikhlasan Para Salaf

Ustadz Abu Abdillah Fadlan Fahamsyah, Lc

Ikhlas… sebuah kata yang mudah diucapkan dengan lidah namun tidak mudah melekat di hati, lihatlah keadaan para salaf kita, mereka orang yang paling terjaga hatinya, menyelami kehidupan mereka seperti kita bertamasya ke taman bunga, indah di mata, wangi terasa, dan keteduhan akan datang menyapa kita.

Imam Abu Hanifah rahimahullah berkata, ”Kisah-kisah para ulama dan duduk bersama mereka lebih aku sukai daripada menguasai beberapa bab fiqih. Karena dalam kisah mereka diajarkan berbagai adab dan akhlak luhur mereka.” (Al-Madkhol, 1/164, Mawqi’ al-Islam).

Para salaf dahulu selalu menjaga hati mereka, mereka takut mata-mata manusia melihat ibadahnya, mereka menyembunyikan amal baktinya melebihi kondisi mereka dalam menyembunyikan emas-permata, mereka takut digugurkan pahala amal ibadah mereka. Baca tulisan ini lebih lanjut

Download Audio: “Metode Penyucian Jiwa” Ust. Yazid bin Abdul Qadir Jawas

Alhamdulillah, Berikut kami hadirkan rekaman kajian umum Jogja yang diselenggarakan di Masjid Kampus UGM, Yogyakarta pada hari Ahad, 6 Juni 2010 bersama Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas dengan mengangkat tema “ Metode Penyucian Jiwa ”.

Penyelenggara: Yayasan Pendidikan Islam Al-atsari Yogyakarta.

Semoga pembahasan yang beliau sampaikan bermanfaat untuk kaum muslimin.

Silahkan download pada link berikut: Baca tulisan ini lebih lanjut

Download Ebook: Gratis “Menuju Hati yang Bersih”

Alhamdulillah kami hadirkan untuk pembaca Konsultasi Syariah download ebook gratis “Menuju Hati yang Bersih”. Anda bisa men-download ebook gratis ini yang semoga bermanfaat bagi anda untuk ber-muhasabah diri dalam meningkatkan kualitas hati kita.

Mukadimah Download Ebook Gratis “Menuju Hati yang Bersih”

Sesungguhnya siapa saja yang memperhatikan kondisi kebanyakan manusia saat ini, niscaya melihat suatu perkara yang sangat mengherankan. Dia akan melihat kebanyakan manusia menaruh perhatian yang berlebihan kepada penampilan lahiriah, memperindah dan mempercantiknya dengan berbagai macam aksesoris keindahan dan kecantikan, namun pada saat yang sama, dia akan melihat kelalaian dan keteledoran luar biasa terhadap keindahan, kebersihan dan kesucian batin!! Baca tulisan ini lebih lanjut

Pilihan Allah Itulah yang Terbaik

Ustadz Abdullah Taslim. MA

Imam adz-Dzahabi[1] dan Ibnu Katsir[2] menukil dalam biografi shahabat yang mulia dan cucu kesayangan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, al-Hasan bin ‘Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, bahwa pernah disampaikan kepada beliau tentang ucapan shahabat Abu Dzar, “Kemiskinan lebih aku sukai daripada kekayaan dan (kondisi) sakit lebih aku sukai daripada (kondisi) sehat”. Maka al-Hasan bin ‘Ali berkata, “Semoga Allah merahmati Abu Dzar, adapun yang aku katakan adalah: “Barangsiapa yang bersandar kepada baiknya pilihan Allah untuknya maka dia tidak akan mengangan-angankan sesuatu (selain keadaan yang Allah Ta’ala pilihkan untuknya). Inilah batasan (sikap) selalu ridha (menerima) semua ketentuan takdir dalam semua keadaan (yang Allah Ta’ala) berlakukan (bagi hamba-Nya)”.

Atsar (riwayat) shahabat di atas menggambarkan tingginya pemahaman Islam para shahabat radhiyallahu ‘anhum dan keutamaan mereka dalam semua segi kebaikan dalam agama[3]. Baca tulisan ini lebih lanjut

Ihsan

Syaikh Abdul Muhsin Al-Abbad

Ihsan secara bahasa adalah lawan dari perbuatan buruk.  Dan secara istilah adalah mendatangkan (sesuatu) yang dituntut secara syar’i di atas segi yang baik.  Dan sungguh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menjelaskan (makna) ihsan pada hadits  Jibril yang terkenal ketika malaikat Jibril ‘alaihis salam menanyainya tentang islam dan iman maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab keduanya, dan jawaban Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika malaikat Jibril  ‘alaihis salam menanyai Nabi  tentang perbuatan Ihsan maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “kamu beribadah kepada Allah seakan-akan kamu melihat-Nya. Maka jika kamu tidak dapat melihat-Nya maka sesungguhnya Dia (Allah) melihatmu”.

Maka sungguh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menjelaskan makna al-ihsan pada hadits yang diriwayatkan oleh imam muslim ini,  agar seseorang melakukan sesuatu yang dengannya ia beribadah kepada Allah Ta’ala seakan-akan dia itu berdiri di hadapan Allah, dan yang demikian ini memerlukan kesempurnaan rasa takut dan inabah (kembali) kepada Allah Ta’ala dan mengharuskan/wajib untuk melaksanakan ibadah sesuai langkah yang Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menempuhnya. Baca tulisan ini lebih lanjut

Dosa-Dosa Yang Disegerakan Adzabnya

Fadlan Fahamsyah, Lc.

Sesungguhnya perbuatan dosa bisa mematikan hati dan melemahkan jiwa, hal ini dikarenakan jika seorang hamba berbuat dosa maka ada noktah hitam yang melekat di hatinya, jika bertambah dosanya, bertambah pula noktah hitam di hatinya, hingga tidaklah seorang hamba membiasakan dosa, kecuali hatinya menjadi hitam pekat, sehingga cahaya kebenaran sulit menembus dan menerangi hatinya.

Tetapi, dosa itu bertingkat-tingkat, ada yang ditangguhkan balasannya pada hari kiamat dan ada pula yang disegerakan di dunia sebelum di akhirat, maka pada edisi kali ini, akan kami paparkan untuk para pembaca, di antara dosa-dosa yang disegerakan balasannya di dunia sebelum di akhirat, supaya kita –kaum muslimin- bisa terhindar dan tidak terjatuh di dalamnya. Baca tulisan ini lebih lanjut

Menuai Pahala Dengan Kesabaran

Ustadz Abu Ibrohim Muhammad Ali

Kadang terdengar keluhan dari para suami tentang istri-istri mereka terutama yang mempunyai anak yang masih kecil, tatkala mereka sedang mengalami sebuah ujian dari Alloh Ta’ala yang ditimpakan kepada anaknya, seperti ketika anaknya bandel, sedang sakitdan semisalnya, maka terdengarlah ucapan-ucapan yang apabila direnungkan, siapa saja yang mengatakannya akan menyesal, seperti ucapan ”Aku menyesal punya anak!” atau ”Kalau repot begini lebih baik tidak punya anak!” atau ”Kalau repot begini satu anak saja cukup!” dan ungkapan-ungkapan semisal.

Ungkapan-ungkapan di atas sebenarnya menyelisihi ajaran Agama Islam, sebab utamanya lantaran kurangnya kesabaran seorang ibu terhadap segala yang menimpa pada diri dan anaknya, padahal sabar adalah satu sifat yang terpuji dalam Islam dan suatu perangai selalu dianjurkan bagi setiap muslim, baik sabar dalam menjalankan ketaatan, sabar menahan diri dari kemaksiatan dan sabar menerima cobaan. Baca tulisan ini lebih lanjut

Atasi Marahmu, Gapai Ridha Rabb-Mu !

Ustadz Abdullah Taslim. MA

Siapapun kita, tentu pernah merasakan marah, bahkan mungkin tidak jarang kita merasakan kemarahan dan emosi yang sangat.

Memang sifat marah merupakan tabiat yang tidak mungkin luput dari diri manusia, karena mereka memiliki nafsu yang cenderung ingin selalu dituruti dan enggan untuk diselisihi keinginannya.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Aku ini hanya manusia biasa, aku bisa senang sebagaimana manusia senang, dan aku bisa marah sebagaimana manusia marah”[1].

Bersamaan dengan itu, sifat marah merupakan bara api yang dikobarkan oleh setan dalam hati manusia untuk merusak agama dan diri mereka, karena dengan kemarahan seseorang bisa menjadi gelap mata sehingga dia bisa melakukan tindakan atau mengucapkan perkataan yang berakibat buruk bagi diri dan agamanya[2]. Baca tulisan ini lebih lanjut

Orang yang Menyesal di Hari Kemudian

Ustadz Abu Bakar Ramli bin Haya

Sudah maklum bahwasanya penyesalan berada di belakang.  Ungkapan tidak ada kata terlambat, itu hanya berlaku di dunia.  Tidak ada kata terlambat bertobat kepada Allah Ta’ala dari bermaksiat kepada Allah Ta’ala.  Namun di akhirat nanti yang ada hanya ungkapan semua sudah terlambat, terlambat untuk melaksanakan amal-amal sholeh dan bertobat dari melakukan dosa.  Yang ada hanya penyesalan di atas penyesalan karena tidak mungkin lagi bisa kembali ke dunia.

Allah Ta’ala telah mengingatkan kita pada hari penyesalan tatkala segala perkara telah diputuskan Baca tulisan ini lebih lanjut

Pilihan Allah Adalah yang Terbaik bagi Hambanya

Ustadz Abdullah Taslim. MA

Ridha dan Yakin Bahwa Pilihan Allah Ta’ala Adalah yang Terbaik bagi Hamba

Imam Adz-Dzahabirahimahullah[1] dan Ibnu Katsir rahimahullah[2] menukil dalam biografi shahabat yang mulia dan cucu kesayangan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, Al-Hasan bin ‘Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhuma, bahwa pernah disampaikan kepada beliau radhiallahu ‘anhuma tentang ucapan shahabat Abu Dzar radhiallahu ‘anhu, “Kemiskinan lebih aku sukai daripada kekayaan dan (kondisi) sakit lebih aku sukai daripada (kondisi) sehat.” Maka, al-Hasan bin ‘Ali radhiallahu ‘anhuma berkata, “Semoga Allah merahmati Abu Dzar, adapun yang aku katakan adalah, “Barangsiapa yang bersandar kepada baiknya pilihan Allah untuknya, maka dia tidak akan mengangan-angankan sesuatu (selain keadaan yang Allah Ta’ala pilihkan untuknya). Inilah batasan (sikap) selalu ridha (menerima) semua ketentuan takdir dalam semua keadaan (yang Allah Ta’ala) berlakukan (bagi hamba-Nya).” Baca tulisan ini lebih lanjut

Jalan Untuk Meraih Kemuliaan

Ustadz Abu Bakar Ramli bin Haya

Setiap orang pastilah ia menginginkan kemuliaan atau menjadi orang yang mulia.  Hanya saja, kebanyakan manusia tidak mengetahui tentang hakekat kemuliaan tersebut dan cara untuk mendapatkannya.  Sebagian orang menganggap bahwa kemuliaan itu didapatkan dengan cara mengumpulkan harta yang banyak, sebagian lagi mencari kemuliaan dengan cara mencari jabatan dan kedudukan yang tinggi.  Sebagian lagi menganggap bahwa kemuliaan itu adalah dengan memperbanyak istri dan anak.  Namun, banyaknya harta, tingginya kedudukan dan banyaknya keturunan, bukanlah suatu ukuran suatu kemuliaan yang hakiki bagi seseorang.  Bahkan bisa jadi sebaliknya, harta, kedudukan dan keturunan bisa menjadikan kehinaan bagi seorang hamba.

Ketahuilah, bahwa kemuliaan itu adalah milik Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Allah Subhanahu wa Ta’ala akan memberikan kemuliaan itu kepada siapa saja dari hamba-Nya yang dikehendaki-Nya dan Allah Subhanahu wa Ta’ala akan mencabut kemuliaan itu dari siapa saja dari para hamba-Nya yang Dia kehendaki. Baca tulisan ini lebih lanjut

Dengan Niat Amal Dunia Jadi Ladang Akhirat

Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri. MA

PENDAHULUAN

Segala puji hanya milik Allah Ta’ala, shalawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, keluarga dan sahabatnya.

Allah Ta’ala telah menggariskan bahwa kehidupan umat manusia bukan hanya sekali, namun dua kali. Kehidupan dunia yang fana sebagai awal dari kehidupan dan akan dilanjutkan dengan kehidupan akhirat yang kekal abadi. Sukses anda di dunia belum tentu berkelanjutan hingga di akhirat. Namun sebaliknya, sukses di akhirat menjadi Anda lupa akan kegagalan selama hidup di dunia, bagaimanapun beratnya. Apalagi bila Anda ternyata hidup di dunia sukses dan di akhirat surga menjadi milik Anda. Baca tulisan ini lebih lanjut

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 4.556 pengikut lainnya.