Penyimpangan Wanita Sebab Dan Solusi

Ustadz Abu Anisah bin Luqman al-Atsari

Perhatian Islam Terhadap Wanita

Syari’at Islam memberikan perhatian sangat besar kepada wanita muslimah. Hal tersebut dimaksudkan agar kesucian wanita tetap utuh, tidak pudar. Islam mengatur bagaimana seharusnya wanita berpakaian, berhias, serta berinteraksi dengan lawan jenisnya, dan hal tersebut adalah untuk membendung terjadinya kerusakan pada kaum wanita dan umat manusia.

Sungguh perkara ini sangat penting, sampai-sampai Nabi Shallallohu ‘Alaihi wa Sallam memperingatkan kaum muslimin dari bahayanya fitnah wanita! Nabi Shallallohu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

Sesungguhnya amalan-amalan itu tergantung niatnya, dan setiap orang mendapatkan dari apa yang diniatkannya. Maka barangsiapa yang hijrahnya itu kepada Alloh dan Rosul-Nya, maka hijrahnya itu kepada Alloh dan Rosul-Nya. Dan barangsiapa hijrahnya karena dunia yang akan diraihnya atau wanita yang akan dinikahinya, maka hijrahnya itu sesuai dengan niat hijrahnya itu.” (HR. al-Bukhori: 1, Muslim: 1907) Baca tulisan ini lebih lanjut

Mut’ah Zina Berkedok Nikah

Ahmad Sabiq bin Abdul Lathif Abu Yusuf

Mungkin anda pernah mendengar ada seorang muslimah yang memakai pakaian syar’i bahkan bercadar mengidap penyakin kelamin semacam spilis atau lainnya. Itu bukan sesuatu yang mustahil terjadi, saya tidak mengatakannya karena mereka terjerumus dalam lembah hitam pelacuran –karena hal itu sangat jauh untuk dilakukan oleh mereka meskipun tidak mustahil-akan tetapi disebabkan praktek nikah mut’ah atau kawin kontrak ala Syi’ah, yang mana nikah model ini membuat seorang wanita boleh berganti-ganti pasangan dalam nikah mut’ahnya. (Lihat Mengapa kita menolak Syiah, kumpulan makalah seminar nasional sehari tentang syi’ah oleh LPPI Jakarta hal 244).

Mencermati fenomena yang sebenarnya sudah lama terjadi ini terutama di dunia kampus yang sudah kerasukan virus pemikiran syi’ah, maka saya mohon pertolongan Allah Ta’ala untuk menulis sedikit nasehat kepada kita semua. Semoga Allah Ta’ala menunjukkan kita ke jalan yang lurus. Baca tulisan ini lebih lanjut

Konsumsi Obat Penghalang Haidh Ketika Ramadhan

Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal

Alhamdulillah, wa shalaatu wa salaamu ‘ala Rosulillah wa ‘ala aalihi wa shohbihi wa sallam.

Kita telah mengetahui bersama bahwa puasa adalah amalan mulia. Ganjaran di balik amalan tersebut pun bisa jadi tak terhingga. Oleh karena itu, setiap orang yang beriman dengan benar pasti tidak ingin luput dari amalan yang mulia ini. Termasuk pula para wanita muslimah, mereka pun sangat ingin sekali menunaikan puasa sebulan penuh, tanpa luput sehari pun juga. Padahal selama belum monopause, si wanita sesuai ketentuan Allah, biasanya mengalami haidh setiap bulannya. Di bulan Ramadhan pun ia akan mendapati masa haidh tersebut. Sehingga ia mesti mengqodho’nya di luar Ramadhan. Yang jadi permasalahan, apabila si wanita menggunakan obat-obatan untuk menghalangi datangnya haidh agar ia dapat berpuasa secara sempurna. Atau sebagian wanita juga punya keinginan untuk bisa menikmati lailatul qadar di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan sehingga ia pun menggunakan obat-obatan tersebut untuk menghalangi datang bulan. Apakah menggunakan obat-obatan semacam itu dibolehkan?

Inilah pembahasan yang akan kami angkat pada kesempatan kali ini. Baca tulisan ini lebih lanjut

Bu TKW Sudah Haji Tetapi Tidak Shalat

Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal

Kala safar barulah kita ketahui bagaimanakah aib atau kekurangan seseorang. Saat journey yang cukup panjang dan memakan waktu lebih dari 24 jam, kami bersama para TKI/TKW yang berangkat dari kota Riyadh dan ada sebagian yang berasal dari Abu Dhabi. Berikut beberapa curhatan tentang TKW yang kami dapati selama melakukan long trip tersebut.

Sulit Memperhatikan Shalat

Sudah sangat dimaklumi bahwa para TKI/TKW akan sangat mudah untuk menunaikan ibadah haji dari Saudi atau mungkin melakukan umroh beberapa kali. Jika kembali ke Indonesia, mereka sudah sangat akrab dipanggil masyarakat dengan sebutan Pak Haji, Bu Haji. Namun demikianlah aib mereka pun nampak ketika safar. Yang kami sedihkan semenjak berangkat dari kota Riyadh, sedikit sekali di antara mereka yang memperhatikan shalat lima waktu. Lihat saja selama perjalanan ketika transit, tidak satu pun beranjak menunaikan shalat kecuali seorang ibu-ibu yang mau diajak. Di tempat transit, amat sulit mencari musholla dan melakukan shalat berjama’ah. Alhamdulillah, kami pun dimudahkan oleh Allah untuk bisa berjama’ah. Kami bertemu dengan orang-orang Arab yang sama-sama berangkat dari Riyadh. Maklumlah di Saudi sudah sangat ma’ruf jika mereka sangat memperhatikan shalat berjama’ah. Akhirnya meskipun di ruang tunggu, kami tetap melaksanakan shalat di atas karpet yang terbentang luas. Walau mungkin terasa aneh bagi sebagian orang. Baca tulisan ini lebih lanjut

Sifat Sholat Wanita Ketika Safar

Ustadz  Abu Zuhair al-Anwar

 Ketika seorang wanita melakukan perjalanan jauh (safar), berlaku baginya berbagai macam hukum safar yang telah dijelaskan secara rinci oleh para ulama dalam kitab-kitab fiqih klasik maupun kontemporer.

Di antara hukum safar yang banyak mendapatkan perhatian secara khusus dari para ulama adalah hukum sholat ketika safar. Tidak satupun kitab fiqih yang mu’tabar (dianggap/diakui keilmiahannya) kecuali di dalamnya terdapat pembahasan ini.

Kali ini, insya Allah kita akan mempelajari secara singkat hukum-hukum seputar sholat wanita ketika safar. Semoga pembahasan ini dapat menjadi lampu penerang bagi kaum wanita ketika safar dan kaum muslimin secara umum. Baca tulisan ini lebih lanjut

Info Dauroh Muslimah ” Untaian Nasehat bagi wanita Muslimah” bersama para ustadz dari STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya, Masjid Ar-Royyan Surabaya,23-24 April 2011

Bila Muslimah Menjadi Dokter atau Perawat

Ustadz Abu Zahroh al-Anwar

 

Sungguh Islam sangat menjaga agama dan kehomatan kaum wanita. Dengan sebab itulah mereka diperintahkan untuk tetap tinggal di rumahnya dan tidak keluar darinya kecuali apabila ada hajat/ keperluan, sebagaimana Allah Ta’ala berfirman:

وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلاَتَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ اْلأُوْلَى وَأَقِمْنَ الصَّلاَةَ وَءَاتِينَ الزَّكَاةَ وَأَطِعْنَ اللهَ وَرَسُولَهُ إِنَّمَا يُرِيدُ اللهُ لِيُذْهِبَ عَنكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًا

“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan Dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, Hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.” (al-Ahzab ayat 33) Baca tulisan ini lebih lanjut

Wanita Penghuni Neraka

Ustadz DR. Muhammad Nur Ikhsan, Lc. MA

الحمد لله رب العالمين، والصلاة والسلام على أشرف الأنبياء والمرسلين، نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين، ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين، أما بعد

Suatu hal yang pasti bahwa surga dan neraka adalah dua makhluk yang Allah Subhanahu wa Ta’ala ciptakan. Surga diciptakan-Nya sebagai tempat tinggal yang abadi bagi kaum Mukminin dan neraka sebagai tempat tinggal bagi kaum kafirin dan pelaku dosa.

(أما الذين آمنوا وعملوا الصالحات فلهم جنات المأوى نزلا بما كانوا يعملون، وأما الذين فسقوا فمأواهم النار، كلما أرادوا أن يخرجوا منها أعيدوا فيها وقيل لهم ذوقوا عذاب النار الذي كنتم به تكذبون) السجدة: 19-20

“Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, maka bagi mereka jannah tempat kediaman, sebagai pahala terhadap apa yang mereka kerjakan. Dan adapun orang-orang yang fasik (kafir) maka tempat mereka adalah jahannam. Setiap kali mereka hendak keluar daripadanya, mereka dikembalikan ke dalamnya dan dikatakan kepada mereka: “Rasakanlah siksa neraka yang dahulu kamu mendustakannya”. Baca tulisan ini lebih lanjut

Download Audio: Mengenal Indahnya Syariat Poligami (Ta’addud) (Ust Maududi Abdullah. Lc)

Allah yang Maha Mengetahui dan bijaksana yang mengetahui seluruh kondisi makhlukNya ia memerintahkan apa yang bermanfaat dan melarang apa memundhoratkan ta’addud mempunyai hikmah yang banyak, baik yang kita ketahui maupun yang tidak kita ketahui. Seorang muslim wajib menerima dan tunduk terhadap apa yang disyariatkan apakah ia mengetahui hikmah atau tidak. Keimanannya mengharuskan dirinya beriman terhadap semua syariat Allah yang mensyariatkan perkara – perkara yang mendatangkan kebaikan dan menolak perkasa – perkara yang jelek di dunia maupun di akhirat. Ta’addud mengandung banyak hikmah yang terlihat dengan jelas oleh pandangan orang – orang yang beriman dan memiliki mata hati.

Silakan download rekaman audio kajian pada link berikut: Baca tulisan ini lebih lanjut

Download Audio: Mutiara yang Terjaga, Wanita Sholihah (Ust. Fadlan Fahamsyah, Lc)

Alhamdulillah berikut kami hadirkan rekaman Kajian Islam yang pernah disampaikan secara live pada Radio Islami Suara Al-Iman 900 AM Surabaya pada 5 Nopember 2010, pada sesi acara Renungan Malam. Judul pembahasan kajian ini adalah “Mutiara yang Terjaga”, yang dimaksud dari judul ini bukanlah perhiasan atau batu yang berharga, akan tetapi yang dimaksud mutiara di sini adalah, wanita yang mulia, yaitu wanita yang sholihah. disampaikan olehUstadz Fadlan Fahamsyah, Lc. dengan tema: Mutiara yang Terjaga, Wanita Sholihah. Silahkan download pada link berikut: Baca tulisan ini lebih lanjut

Memadu Kasih di Hari Valentine?

Muhammad Abduh Tuasikal

Hari Valentine (bahasa Inggris: Valentine’s Day), pada tanggal 14 Februari adalah sebuah hari di mana para kekasih dan mereka yang sedang jatuh cinta menyatakan cintanya di Dunia Barat. Pada masa kini, hari raya ini berkembang bukan hanya para orang yang memadu kasih, tapi pada sahabat dan teman dekat. Namun mayoritas yang merayakannya adalah orang yang sedang jatuh cinta. Ini pun dianut saat ini dan semakin meluas di kalangan muda-mudi di negeri ini. Ketika hari tersebut ada yang memberikan coklat kepada kekasihnya atau kado spesial lainnya.

Selaku umat Islam, tentu saja kita mesti menilik ulang perayaan tersebut. Ada beberapa tinjauan dalam perayaan tersebut yang bisa dikritisi. Di antaranya adalah tentang memadu kasih lewat pacaran dan hukum merayakan valentine serta memberikan hadiah ketika itu. Semoga Allah memberikan kemudahan bagi kami untuk membahasnya. Baca tulisan ini lebih lanjut

Pacaran Dalam Kacamata Islam

Ustadz Muklis Abu Dzar

Sebuah fitnah besar menimpa pemuda pemudi pada zaman sekarang. Mereka terbiasa melakukan perbuatan yang dianggap wajar padahal termasuk maksiat di sisi Alloh subhanahu wa ta’ala. Perbuatan tersebut adalah “pacaran”, yaitu hubungan pranikah antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahrom. Biasanya hal ini dilakukan oleh sesama teman sekelas atau sesama rekan kerja atau yang lainnya. Sangat disayangkan, perbuatan keji ini telah menjamur di masyarakat kita. Apalagi sebagian besar stasiun televisi banyak menayangkan sinetron tentang pacaran di sekolah maupun di kantor. Tentu hal ini sangat merusak moral kaum muslimin. Namun, anehnya, orang tua merasa bangga kalau anak perempuannya memiliki seorang pacar yang sering mengajak kencan. Ada juga yang melakukan pacaran beralasan untuk ta’aruf (berkenalan). Padahal perbuatan ini merupakan dosa dan amat buruk akibatnya. Oleh sebab itu, mengingat perbuatan haram ini sudah begitu memasyarakat, kami memandang perlu untuk membahasnya pada kesempatan ini. Baca tulisan ini lebih lanjut

Menepis Tuduhan Keji Terhadap Ibunda Aisyah radhiyallahu ‘anha

Ustadz Arif Fathul Ulum bin Ahmad Saifullah

Pertarungan antara haq dan bathil terus berlangsung hingga hari kiamat. Kebenaran dan kebatilan memiliki penyeru dan pembela masing-masing. Penyeru kebenaran berusaha menyelamatkan umat dan membawanya ke jalan yang lurus agar mendapatkan kebahagian di dunia dan akhirat, sedangkan penyeru kebatilan berusaha menyesatkan dan merusak umat agar mereka celaka.

Tidak henti-hentinya para penyeru kebatilan menyesatkan umat dengan segala cara, termasuk kebohongan-kebohongan yang merupakan modal utama mereka dari masa ke masa. Tidak segan-segan mereka melontarkan kebohongan-kebohongan dan tuduhan-tuduhan dusta kepada manusia-manusia terbaik dari umat ini, bahkan kepada para ibunda kaum mukminin para pendamping Sayyidil Mursalin di dunia dan di akhirat, termasuk Aisyah ash-Shiddiqoh binti ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anha wanita yang paling banyak menukil Sunnah-sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada umat ini. Baca tulisan ini lebih lanjut

Download Video: Wanita-Wanita Di Balik Para Ulama (Ustadz Abu Hudzaifah Al-Atsary, Lc)

Alhamdulillah, Berikut ini kami hadirkan untuk pengunjung setia blog Madrasah Ibnu Abbas As-Salafy Kendari, rekaman kajian video bersama Ustadz Sufyan Fuad Baswedan, LC atau yang lebih dikenal Abu Hudzaifah Al-Atsary (pengasuh blog: basweidan.wordpress.com). yang diselenggarakan di Islamic Cultural Center Ad Dammam, KSA (22 Jumadal Ula 1431H / 6 Mei 2010M) denga mengambil tema ” Wanita-Wanita Di Balik Para Ulama “

silahkan download kajian video ini pada link berikut: Baca tulisan ini lebih lanjut

Download Audio: Wanita-wanita Penghuni Jahannam (Ust. Dr. Muhammad Nur Ihsan) [Solo, 7 Nov 2010]

Alhamdulillah, berikut ini kami hadirkan rekaman pengajian yang disampaikan oleh al-Ustadz Dr. Muhammad Nur Ihsan, M.A di Masjid Al-Karim, Pabelan, Solo (Ahad, 7 November 2010). Tema kajian yang beliau sampaikan adalah Wanita-wanita Penghuni Jahannam. Semoga penjelasan beliau bermanfaat bagi seluruh kaum Muslimin, khususnya bagi para Muslimah. Silakan download rekaman pengajiannya pada link berikut: Baca tulisan ini lebih lanjut

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 4.556 pengikut lainnya.