Menuju Bayi Sehat

Ustadz Aunur Rofiq bin Ghufron

Bayi yang baru lahir, semua anggota tubuhnya masih lemah, termasuk kulit, daging dan tulangnya. Anggota tubuhnya lebih mudah terluka dan patah bila terkena benda yang kasar. Itulah sebabnya mengapa dia sering sakit, terutama demam. Orang tua biasanya akan membawanya ke tukang pijat karena badannya terganggu. Bahkan bentuk kepalanya pun akan bias berubah karena salah menidurkannya

Kenyataan ini sebenarnya sudah dijelaskan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan firman-Nya: “Allah, Dialah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah kuat menjadi lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya dan Dialah Yang Maha mengetahui lagi Maha Kuasa” (QS. Ar-Rum [30]: 54) Baca tulisan ini lebih lanjut

Keutamaan Berzikir/berdoa Sebelum Berhubungan Suami-istri

Ustadz Abdullah Taslim. MA

     عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ: « لَوْ أَنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا أَرَادَ أَنْ يَأْتِىَ أَهْلَهُ قَالَ: “بِاسْمِ اللَّهِ، اللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا“، فَإِنَّهُ إِنْ يُقَدَّرْ بَيْنَهُمَا وَلَدٌ فِى ذَلِكَ لَمْ يَضُرَّهُ شَيْطَانٌ أَبَدًا  » متفق عليه

     Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhu dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Jika salah seorang dari kalian (suami) ketika ingin mengumpuli istrinya, dia membaca doa: “Dengan (menyebut) nama Allah, ya Allah jauhkanlah kami dari (gangguan) setan dan jauhkanlah setan dari rezki[1] yang Engkau anugerahkan kepada kami”, kemudian jika Allah menakdirkan (lahirnya) anak dari hubungan intim tersebut, maka setan tidak akan bisa mencelakakan anak tersebut selamanya”[2]. Baca tulisan ini lebih lanjut

Banyak Anak Banyak Masalah ?

Ustadz Abdullah Taslim. MA

Semua orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian wajib meyakini bahwa syariat Islam diturunkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk kebaikan dan kebahagiaan hidup Manusia. Karena Allah Subhanahu wa Ta’ala mensyariatkan agama-Nya dengan ilmu-Nya yang maha tinggi dan hikmah-Nya yang maha sempurna, maka jadilah syariat Islam satu-satunya pedoman hidup yang bisa mendatangkan kebahagiaan hakiki bagi semua orang yang menjalankannya dengan baik. Baca tulisan ini lebih lanjut

Anak Angkat

PERTANYAAN :

Assalamualaikum. Ustadz, saya minta tolong agar dijelaskan tentang hukum orang tua angkat atau anak angkat. Apakah istilah ini dikenal dalam Islam? Jazâkumullâh khairan.

( Ihkwan, Lahat, Sum-Sel ) 0812730***** Baca tulisan ini lebih lanjut

Pilihkanlah Nama Terindah Buat Anak Kita

Ustadz Abdurrohman al-Buthoni

Segala puji bagi Alloh yang memiliki nama-nama yang baik dan memilih untuk para malaikat, para nabi, dan wali-wali-Nya nama-nama yang baik pula. Alloh menetapkan bagi semua ciptaan-Nya nama yang baik atau buruk sesuai dengan tabiatnya masing-masing. Iblis, neraka, zholim adalah nama-nama untuk zat yang tidak baik, sedangkan surga, hamba Alloh, Muhammad adalah nama yang indah untuk sesuatu yang hakikatnya baik. Atas dasar ini, maka sebagai kewajiban yang harus ditunaikan oleh orang tua dan merupakan hak dan kemuliaan anak yang baru lahir adalah pemberian nama yang baik dengan harapan agar menjadi anak yang sholih dan sholihah sesuai dengan namanya. Baca tulisan ini lebih lanjut

Mengatasi Bayi Sering Menangis

Ustadz Aunur Rofiq bin Ghufron

 Kami yakin bahwa setiap orang tua yang sayang kepada anaknya tentu sedih bila sang buah hati sering menangis. Bahkan boleh jadi jengkel, hati bertambah keras ketika anak sering menangis, bahkan lalu dipukul. Ketahuilah, kekerasan tidaklah akan menyelesaikan perkara.

Orang tua tidak perlu sedih dan panik ketika anaknya sering menangis. Carilah penyebabnya, karena setiap problem atau penyakit pasti ada obatnya. Alloh Ta’ala berfirman :

Sesungguhnya sesudah kesakitan itu ada kemudahan. (QS. Asy-Syarh [94] : 6)

Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : ”Tidaklah Alloh menurunkan penyakit melainkan Dia menurunkan pula obatnya.” (HR. al-Bukhori 19/89) Baca tulisan ini lebih lanjut

Bimbingan Islam Untuk Perbaikan Rumah Tangga

Ustadz Abdullah Taslim. MA

Kedamaian dan ketenangan dalam rumah tangga tentu merupakan dambaan dan obsesi setiap insan. Betapa tidak, seorang manusia dengan segala problem yang dihadapinya di luar rumah, ditambah lagi dengan kepenatan badan dan keletihan pikiran, tentu saja dia sangat berharap semua itu akan bisa dilepaskannya ketika dia memasuki rumahnya dan bertemu dengan orang-orang yang dicintainya, serta mendapati suasana rumah yang teduh dan penuh kedamaian.

Inilah gambaran kondisi rumah tangga yang dikehendaki dalam Islam, bahkan ini termasuk tujuan utama disyariatkannya pernikahan yang islami. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: Baca tulisan ini lebih lanjut

Kiat Selamat dari Fitnah Internet

Ustadz Arif Fathul Ulum bin Ahmad Saifullah

Pesatnya perkembangan media komunikasi yang memudahkan interaksi di antara manusia di segala penjuru dunia, termasuk salah satu nikmat Allah yang wajib disyukuri. Di antara media komunikasi yang berkembang dengan pesat sekali adalah media internet yang merupakan media “wajib” yang manusia di zaman ini tidak bisa lepas darinya. Perkembangan ini tentu memiliki efek-efek yang positif dan negatif sesuai dengan acara-acara yang disebarkan oleh media ini. Maka internet sebagai salah satu produk kemajuan peradaban adalah ibarat sebuah pisau yang bisa digunakan untuk hal yang bermanfaat dan bisa digunakan untuk hal yang membuat mudharat bagi manusia.

Realita yang ada menunjukkan bahwa banyak sekali faedah yang bisa diambil dari internet. Ia adalah media dakwah yang efektif dan menjangkau ke seluruh dunia. Begitu banyak perbendaharaan-perbendaharaan ilmu yang terekam dengan baik di internet baik dari para ulama mutaqoddimin (zaman dahulu) dan muta’akhkhirin (sekarang). Internet juga merupakan media yang sangat efektif di dalam mencari penghidupan dengan berbagai metode yang ditawarkan. Baca tulisan ini lebih lanjut

Syarat Dan Adab POLIGAMI

Ustadz Abu Isma’il Muslim al Atsari
Allah Azza wa Jalla yang menciptakan manusia, maka Dia jugalah yang paling mengetahui mashlahat (perkara yang membawa kepada kebaikan) bagi manusia, dibandingkan manusia itu sendiri. Dia Maha Mengetahui, Maha Bijaksana, dan Maha Kasih Sayang kepada hamba-hambaNya. Allah berfirman :

“Apakah Allah yang menciptakan itu tidak mengetahui (yang kamu lahirkan atau rahasiakan); dan Dia Maha Halus lagi Maha Mengetahui?” [Al Mulk/67:14]

Demikianlah seluruh syari’at Allah, semuanya merupakan mashlahat, baik mashlahat murni yang tidak ada keburukannya, ataupun mashlahat rajihah (yang lebih kuat) terhadap keburukannya. Termasuk dalam hal ini, yaitu poligami yang telah dihalalkan oleh Allah di dalam kitab suciNya, dihalalkan oleh RasulNya yang mulia Shallallahu ‘alaihi wa sallam, serta disepakati oleh umat Islam. Baca tulisan ini lebih lanjut

Status Adopsi Anak

Assalamu’alaikum Warohmatulloh.

Apakah dalam Islam diperbolehkan mengadopsi seorang anak? Tolong penjelasannya. (Verianti – Cimahi) Baca tulisan ini lebih lanjut

Agar Terhidang Makanan Halal Di Rumah

Ustadz Abu Ammar Abdul Azhim al-Ghoyami

Meja makan di ruang makan rumah kita ternyata merupakan tempat yang memiliki daya tarik tersendiri. Apalagi bila telah terhidang beraneka ragam makanan, minuman serta buah-buahan di atasnya. Siapa pun di antara anggota keluarga kita tentu akan selalu berhasrat untuk segera menyantapnya.

Ada hal yang penting dalam masalah santap-menyantap makanan dan mereguk minuman. Yaitu, apapun yang kita santap memiliki peranan yang sangat besar terhadap perkembangan fisik maupun kejiwaan. Ia juga sangat berpengaruh terhadap baik dan tidaknya hati seseorang yang otomatis akan berpengaruh terhadap seluruh jasadnya. Santapan yang halalan thoyyiban, halal dan baik, akan membentuk jiwa yang suci dan jasmani yang sehat. Sebaliknya santapan yang haram tentu hanya akan membentuk jiwa yang keji yang bersifat hewani. Baca tulisan ini lebih lanjut

Dengan Istiqomah Kita Gapai Keluarga Sakinah

Ustadz Aspri Rahmat Azai

Setiap pemuda atau pemudi yang ingin menikah pasti mendambakan keluarga yang bahagia. Bertabur mutiara cinta dan kasih sayang, tempat menenangkan jiwa dan menghibur diri dari rumitnya kehidupan dunia, dan yang paling penting adalah memban­tunya makin mendekatkan diri kepada Alloh Ta’ala. Itu­lah yang biasa disebut sebagai “Keluarga sakinah”.

Sang istri yang diciptakan sebagai tempat ke­damaian hati, memadu kasih, menyemaikan cinta sejati, kasih sayang yang halal dan murni. Istri merupakan karunia yang diberikan Alloh Ta’ala kepada bani Adam agar dapat makin mensyukuri nikmat­Nya, dan agar mereka dapat saling berbagi kasih sayang sehingga menghasilkan ketenteraman dan kedamaian dalam hati mereka.[1] Baca tulisan ini lebih lanjut

Download Audio: Keluarga Sakinah Ust Arif Fathul Uluum [LENGKAP 32 Majlis]

Allah Ta’ala berfirman,

{زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ذَلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآبِ}

Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia; dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga)” (QS Ali ‘Imran:14). Baca tulisan ini lebih lanjut

Menjadi Teladan Yang Baik Bagi Keluarga

Ustadz Abdullah bin Taslim. MA

Salah satu watak bawaan manusia sejak diciptakan Allah Ta’ala adalah kecenderungan untuk selalu meniru dan mengikuti orang lain yang dikaguminya, baik dalam kebaikan maupun keburukan. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“الأرواح جنود مجندة، فما تعارف منها ائتلف وما تناكر اختلف”

“Ruh-ruh manusia adalah kelompok yang selalu bersama, maka yang saling bersesuaian di antara mereka akan saling dekat, dan yang tidak bersesuaian akan saling berselisih”[1]. Baca tulisan ini lebih lanjut

Menjalin Cinta Abadi Dalam Rumah Tangga

Ustadz Abdullah bin Taslim. MA

Setiap orang yang telah berkeluarga, tentu menginginkan kebaikan dan kebahagiaan dalam kehidupannya bersama istri dan anak-anaknya. Hal ini sebagai perwujudan rasa cintanya kepada mereka, yang kecintaan ini merupakan fitrah yang Allah tetapkan pada jiwa setiap manusia. Allah Ta’ala berfirman,

{زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ذَلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآبِ}

Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia; dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga)” (QS Ali ‘Imran:14). Baca tulisan ini lebih lanjut

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 4.556 pengikut lainnya.