Seputar Bid’ah Shalat Tarawih

Ustadz Zainal Abidin bin Syamsuddin, Lc

HAKIKAT BID’AH
Asal kata bid’ah adalah menciptakan (suatu hal yang baru) tanpa ada contoh sebelumnya [1]. Sebagaimana firman Allah, Allah pencipta langit dan bumi. (Al Baqarah : 117). Bahwa Allah menciptakan keduanya tanpa contoh sebelumnya [2].

Adapun bid’ah menurut makna syar’i, ialah sebagaimana yang telah dinyatakan oleh Imam Ibnu Taimiyah, yaitu segala cara beragama yang tidak disyari’atkan oleh Allah dan RasulNya; yakni yang tidak diperintahkan, baik dalam wujud perintah wajib atau berbentuk anjuran [3], baik berupa keyakinan, ibadah dan muamalah. Baca pos ini lebih lanjut

Hadits-Hadits Palsu Tentang Keutamaan Menziarahi Kuburan Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam-

Ustadz Abdullah bin Taslim. MA

Dari Abdullah bin Umar -radhiyallahu ‘anhu-, dari Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam-, beliau bersabda, “Barangsiapa berhaji lalu menziarahi kuburanku setelah aku wafat maka dia seperti orang yang mengunjungiku sewaktu aku masih hidup.”

Hadits ini dikeluarkan oleh imam ath Thabrani [1], Ibnu ‘Adi[2], ad-Daraquthni[3], al Baihaqi [4] dan al-Fakihani[5] dengan sanad mereka dari Hafsh bin Sulaiman Ibnu Abi Dawud, dari al-Laits bin Abi Sulaim, dari Mujahid, dari ‘Abdullah bin ‘Umar -radhiyallahu ‘anhuma-, dari Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam-.

Hadits ini adalah hadits palsu, karena dalam sanadnya ada perawi bernama Hafsh bin Sulaiman Ibnu Abi Dawud al-Asadi. Tentang orang ini, Imam Ahmad, Abu Hatim, al-Bukhari, Muslim dan an-Nasa’i mengatakan, “Hadits riwayat orang ini ditinggalkan (karena sangat lemah).” [6] Imam Yahya bin Ma’in rahimahullah berkata, “Dia seorang pendusta.” Bahkan Ibnu Khirasi rahimahullah berkata, “Dia pendusta, (hadits riwayatnya) ditinggakan dan dia pemalsu hadits.” [7] Baca pos ini lebih lanjut

Beberapa Hadits Lemah (Dho’if) dan Palsu (Maudhu’) di Bulan Sya’ban

Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal

[Hadits Pertama]

إِنَّ اللَّهَ تَعَالَى يَنْزِلُ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا فَيَغْفِرُ لأَكْثَرَ مِنْ عَدَدِ شَعَرِ غَنَمِ كَلْبٍ

“Sesungguhnya Allah Ta’ala turun ke langit dunia pada malam Nishfu Sya’ban, Dia akan mengampuni  dosa walaupun itu lebih banyak dari jumlah bulu yang ada di kambing Bani Kalb.” [Bani Kalb adalah salah satu kabilah di Arab yang punya banyak kambing]

Hadits ini diriwayatkan oleh At Tirmidzi dan Ibnu Majah. At Tirmidzi mengatakan bahwa beliau mendengar Muhammad (yaitu Imam Bukhari) mendhoifkan hadits ini. (Lihat As Silsilah Ash Shohihah, no. 1144) Baca pos ini lebih lanjut

Keutamaan Zikir dengan Memuji, Mengagungkan dan Menyucikan Nama Allah

Ustadz Abdullah Taslim. MA

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلّى الله عليه وسلّم : « كَلِمَتَانِ خَفِيفَتَانِ عَلَى اللِّسَانِ ثَقِيلَتَانِ فِى الْمِيزَانِ حَبِيبَتَانِ إِلَى الرَّحْمَنِ سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ » متفق عليه.

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu beliau berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ada dua kalimat (zikir) yang ringan diucapkan di lidah, (tapi) berat (besar pahalanya) pada timbangan amal (kebaikan) dan sangat dicintai oleh ar-Rahman (Allah Subhanahu wa Ta’ala Yang Mahaluas Rahmat-Nya), (yaitu): Subhaanallahi wabihamdihi, subhaanallahil ‘azhiim (Mahasuci Allah dengan memuji-Nya, dan Mahasuci Allah yang Mahaagung).”

Hadits ini menunjukkan besarnya keutamaan mengucapkan dua kalimat zikir ini dan menghayati kandungan maknanya, karena amal shaleh ini dicintai oleh Allah ‘Azza wa Jalla dan menjadikan berat timbangan amal kebaikan seorang hamba pada hari kiamat. Baca pos ini lebih lanjut

Mengkritisi Keabsahan Hadits-hadits Kitab Ihya’ Ulumiddin

Ustadz Abdullah Taslim. MA

Kiranya tidak berlebihan kalau kita mengatakan bahwa kitab “Ihya’ ulumiddin” adalah termasuk kitab berbahasa Arab yang paling populer di kalangan kaum muslimin di Indonesia, bahkan di seluruh dunia.

Kitab ini dianggap sebagai rujukan utama, sehingga seorang yang telah menamatkan pelajaran kitab ini dianggap telah mencapai kedudukan yang tinggi dalam pemahaman agama Islam.

Padahal kiranya juga tidak berlebihan kalau kita katakan bahwa kitab ini termasuk kitab yang paling keras diperingatkan oleh para ulama untuk dijauhi, bahkan di antara mereka ada yang merekomendasikan agar kitab ini dimusnahkan![1] Baca pos ini lebih lanjut

Keutamaan Dzikir Ketika Keluar Rumah

Ustadz Abdullah Taslim. MA

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا خَرَجَ الرَّجُلُ مِنْ بَيْتِهِ فَقَالَ: “بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ، لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ” قَالَ: « يُقَالُ حِينَئِذٍ: هُدِيتَ وَكُفِيتَ وَوُقِيتَ. فَتَتَنَحَّى لَهُ الشَّيَاطِينُ، فَيَقُولُ لَهُ شَيْطَانٌ آخَرُ: كَيْفَ لَكَ بِرَجُلٍ قَدْ هُدِىَ وَكُفِىَ وَوُقِىَ

“Jika seseorang keluar dari rumahnya lalu membaca (zikir): Bismillahi tawakkaltu ‘alallahi, walaa haula wala quwwata illa billah (Dengan nama Allah, aku berserah diri kepada-Nya, dan tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan-Nya), maka malaikat akan berkata kepadanya: “(sungguh) kamu telah diberi petunjuk (oleh Allah Ta’ala), dicukupkan (dalam segala keperluanmu) dan dijaga (dari semua keburukan)”, sehingga setan-setanpun tidak bisa mendekatinya, dan setan yang lain berkata kepada temannya: Bagaimana (mungkin) kamu bisa (mencelakakan) seorang yang telah diberi petunjuk, dicukupkan dan dijaga (oleh Allah Ta’ala)?”[1]. Baca pos ini lebih lanjut

Wasiat-wasiat Terakhir para Nabi dan Orang Shaleh

Ustadz Ramli bin Haya

Sudah menjadi kebiasaan dari setiap orang jika dia ingin berpisah meninggalkan dunia ini atau dia akan bepergian jauh, dia akan menitipkan wasiat kepada orang-orang yang dicintainya yang mana dalam wasiat itu, ia akan memberikan wasiat yang paling pernting untuk kemaslahatan bagi yang diberikan nasehat tersebut dan orang yang orang yang memberikan nasehat /wasiat sangat berharap agar wasiat tersebut dilaksanakan dengan sebaik-baiknya

Karenanya, penting sekali untuk kita memperhatikan wasiat-wasiat terakhir dari beberapa manusia pilihan di bumi ini dari para Nabi dan orang-orang sholeh, agar kita bisa mengetahui apa yang menjadi perhatian besar dan keinginan/harapan yang sangat dari sesuatu yang diwasiatkan tersebut kepada orang-orang dekat yang dicintainya Baca pos ini lebih lanjut

Memahami Hadist Tentang Kesialan

Ustadz Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar as-Sidawi

MUQADDIMAH

Kita sekarang sudah berada di zaman modern, namun kenapa khu­rofat-khurofat jahiliah (zaman kebodohan) masih saja diadopsi oleh se­bagian kaum muslimin. Di antara khurofat tersebut adalah tathoyyur yaitu merasa sial dengan burung atau lainnya. Dalam Islam, khurofat seperti itu diberantas dan kita diperintahkan hanya bertawakkal kepa­da Allah Ta’ala dalam segala urusan.

Di sini ada satu masalah penting yang perlu kami dudukkan dengan benar, yaitu adanya beberapa hadits yang sekilas saling bertentangan. Bagaimana permasalahannya?! Dan bagaimana komentar ulama me­ngenainya?! Marilah kita kaji bersama masalah ini secara ilmiah. Baca pos ini lebih lanjut

Kunci Kemenangan Islam

Ustadz Abu Ubaidah Yusuf As-Sidawi

Dengan jatuhnya Baghdad, otomatis Iraq jatuh ke dalam genggaman sekutu; AS dan Inggris. Berarti sudah dua negara kaum muslimin baru-baru ini yang sudah sukses diobok-obok oleh orang-orang kafir, yang pertama adalah Afghanistan kemudian disusul Negeri 1001 malam itu. Inilah nasib perjalanan hidup kaum muslimin, menjadi permainan orang-orang kafir tanpa punya daya untuk melawan.

Setiap muslim pasti merasa sedih dan geram melihat realita tersebut terpampang sinis di hadapannya. Namun jangan dulu terburu-buru untuk menunjukkan jari ke arah mereka (orang-orang kafir) itu sebagai biang keladi. Meski mereka mempunyai andil yang dominan. Tapi coba cermati, ada apa dalam tubuh kaum muslimin? Dalam krisis Iraq, negara-negara muslim hanya sekedar berteriak dan demo anti perang Irak, tidak lebih. Ironisnya, sebagian mereka mendukung agresi brutal itu. Sangat mengenaskan. Nah, nampak nyata bahwa mereka telah dihinggapi sindrom nasionalisme akut; pokoknya negara (kekuasaan) saya selamat. Nyata pula bahwa mereka terhinggapi penyakit cinta dunia dan sekaligus takut mati.  Hal ini jauh hari telah disinyalir oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan sabdanya: Baca pos ini lebih lanjut

Memahami hadits: “Umatku tidak akan diadzab di akhirat.”

Soal: Assalamu’alaikum warohmatulloh wabarokatuh.
Mohon dijelaskan maksud hadits berikut ini; “Umatku ini adalah umat yang dirohmati. Tidak ada atas mereka adzab di akhirat. Adzabnya adalah di dunia berupa fitnah-fitnah, musibah-musibah, dan pembunuhan.” Dari kitab al-Jami’ ash-Shoghir I/65. Atas perhatian dan penjelasannya saya ucapkan banyak terima kasih. Jazaakumullohu khoiron katsiiron.
Wassalamu’alaikum wa rohmatullohi wabarokatuh.
(M.A.Z-Majalengka) Baca pos ini lebih lanjut

Agama Adalah Nasihat

Ustadz Abdullah Zaen, MA

عن أبي رقية تميم بن أوس الداري رضي الله عنه, أن النبي صلى الله عليه وسلم قال: «الدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ» قلنا: لمن؟ قال: «لله, ولكتابه, ولرسوله, لأئمة المسلمين وعامتهم». رواه مسلم

Dari Abu Ruqayyah Tamim bin Aus ad-Daary radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Agama itu nasihat”. Kami pun bertanya, “Hak siapa (nasihat itu)?”. Beliau menjawab, “Nasihat itu adalah hak Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, pemerintah kaum muslimin dan rakyatnya (kaum muslimin)”. (HR. Muslim) Baca pos ini lebih lanjut

Menjawab Salam kepada Penitip dan Pengantar Salam

Haifa binti Abdullah ar-Rasyid

Ibnu Hajar al-Asqalani rahimahullah mengatakan: “Disunnahkan untuk menjawab salam kepada orang yang menyampaikan salam”[1]

Ibnu Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah mengatakan: “Diantara tuntunan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika beliau mendapat ucapan salam dari seseorang melalui orang lain adalah menjawab salam kepada orang yang mengantarkan salam tersebut dan kepada orang yang menitipkannya”[2] Baca pos ini lebih lanjut

Matahari pun Bersujud

Abu Ubaidah Yusuf As-Sidawi

Sesungguhnya hak makhluk yang paling utama adalah hak Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, tidak ada hak makhluk yang lebih tinggi darinya. Alloh berfirman (yang artinya):

Sesungguhnya Kami mengutus kamu (Muhammad) sebagai saksi, pembawa berita gembira, dan pemberi peringatan. Supaya kamu sekalian beriman kepada Alloh dan Rasul-Nya, memuliakannya dan menghormatinya (Rasul). Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang.([1]) (QS.Al-Fath:8-9) Baca pos ini lebih lanjut

Empat Orang yang Dilaknat Allah Ta’ala

Empat Orang Yang Dilaknat Allâh Ta’ala (*)
Dari ‘Ali bin Abi Thalib radhiyallâhu’anhu, Rasûlullâh Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam bersabda :

hadist

Allâh melaknat orang yang menyembelih untuk selain Allâh. Allâh melaknat orang yang mencaci-maki kedua orang- tuanya. Allâh melaknat orang yang merubah tanda batas tanah (orang lain), dan Allâh melaknat orang yang melindungi orang yang mengada-adakan perkara baru dalam agama (bid’ah). Baca pos ini lebih lanjut

Gharqad, Pohon Yahudi?

Ustadz Abu Humaid Arif Syarifuddin
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يُقَاتِلَ الْمُسْلِمُونَ الْيَهُودَ فَيَقْتُلُهُمْ الْمُسْلِمُونَ حَتَّى يَخْتَبِئَ الْيَهُودِيُّ مِنْ وَرَاءِ الْحَجَرِ وَالشَّجَرِ فَيَقُولُ الْحَجَرُ أَوْ الشَّجَرُ يَا مُسْلِمُ يَا عَبْدَ اللَّهِ هَذَا يَهُودِيٌّ خَلْفِي فَتَعَالَ فَاقْتُلْهُ إِلَّا الْغَرْقَدَ فَإِنَّهُ مِنْ شَجَرِ الْيَهُودِ
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Kiamat tidak akan terjadi sehingga kaum Muslimin memerangi Yahudi, lalu kaum Muslimin akan membunuh mereka sampai-sampai setiap orang Yahudi bersembunyi di balik batu dan pohon, tetapi batu dan pohon itu berkata, ‘Wahai Muslim, wahai hamba Allah, ada orang Yahudi di belakangku, kemarilah dan bunuhlah dia.’ Kecuali (pohon) gharqad karena ia adalah pohon Yahudi.” Baca pos ini lebih lanjut

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.237 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: