Download Ebook: Terjemah Kitab Fat-hul Qawiyyil Matin fi Syarhil Arba’in wa Tatimmatul Khamsin karya Syaikh Abdulmuhsin Al-Abbad Al-Badr

Judul Ebook
Penjelasan 50 Hadits Inti Ajaran Islam
Terjemah Kitab Fat-hul Qawiyyil Matin fi Syarhil Arba’in wa Tatimmatul Khamsin

Penulis
Syaikh ‘Abdul-Muhsin bin Hamd Al-’Abbad Al-Badr Hafidhahullah

Penerjemah
Ustadz Abu Abdillah Arief Budiman, Lc. (Beliau adalah Pengajar Ma’had As-Sunnah Cirebon dan alumni Universitas Islam Madinah) Baca pos ini lebih lanjut

Hadits Yang Sangat Lemah Tentang Keburukan Utang

Ustadz Abdullah Taslim. MA

     عن معاذ بن جبل  قال: قال رسول الله: ((الدَّيْنُ شَيْنُ الدِّيْنِ))

     Dari Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Utang itu adalah celaan (keburukan) bagi agama (seseorang)”.

 

Hadits ini dikeluarkan oleh imam al-Qudhaa’i[1] dengan sanad beliau dari jalur Abdullah bin Syabib, dari Sa’id bin Manshur, dari Isma’il bin ‘Ayyasy, dari Shafwan bin ‘Amr, dari ‘Abdur Rahman bin Malik bin Yukhamir, dari bapaknya, dari Muadz bin Jabal, dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Baca pos ini lebih lanjut

Hadits Palsu Tentang Hewan Kurban Dan Haji Bagi Orang Miskin

Ustadz Abdullah Taslim. MA

     عن ابن عمر قال: قال رسول الله: ((الدَجّاجُ غَنَمُ فثقَرَاءِ أُمَّتِي، وَالْجُمْعَةُ حَجُّ فُقَرائِها))

    Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhu dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Ayam adalah (kedudukannya seperti) kambing (bagi) orang-orang miskin dari umatku dan shalat jumat (kedudukannya seperti) haji bagi orang-orang miskin dari umatku”.

Hadits ini dikeluarkan oleh imam Ibnu Hibban[1], Ibnul Jauzi[2] dan ad-Dailami dalam “Musnadul Firdaus”[3] dengan sanad mereka dari jalur Mahmisy bin Yazid, dari Hisyam bin ‘Ubaidillah ar-Razi, dari Ibnu Abi Dzi’b, dari Nafi’, dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Hadits ini adalah hadits palsu, dalam sanadnya ada perawi Mahmisy bin Yazid, nama aslinya ‘Abdullah bin Yazid an-Naisaburi, imam ad-Daraquthni berkata tentangnya: “Dia suka memalsukan hadits”. Imam adz-Dzahabi berkata: “Dia tertuduh berdusta”[4]. Baca pos ini lebih lanjut

Hadits-hadits Palsu Tentang Keutamaan Menziarahi Kuburan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam

Ustadz Abdullah Taslim. MA 

     عن عبد الله بن عمر، عن النبي قال: ((مَنْ حَجَّ فَزَارَ قَبْرِي بَعْدَ وَفَاتِي كَانَ كَمَنْ زَارَنِي فِي حَيَاتِي))

     Dari ‘Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhu, dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda: “Barangsiapa yang berhaji lalu menziarahi kuburanku setelah aku wafat maka dia seperti orang yang mengunjungiku sewaktu aku masih hidup”.

Hadits ini dikeluarkan oleh imam ath-Thabarani[1], Ibnu ‘Adi[2], ad-Daraquthni[3], al-Baihaqi[4] dan al-Fakihani[5] dengan sanad mereka dari Hafsh bin Sulaiman Ibnu Abi Dawud, dari al-Laits bin Abi sulaim, dari Mujahid, dari ‘Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhu, dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Baca pos ini lebih lanjut

Hadist Palsu Tentang Keharusan Haji Sebelum Menikah

Ustadz Abdullah Taslim. MA

     عن أبي هريرة قال: قال رسول الله: ((الحَجُّ قَبْلَ التَّزَوُّجِ))

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu beliau berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Berhaji (dulu) sebelum menikah”.

Hadits ini dikeluarkan oleh imam ad-Dailami dalam “Musnadul Firdaus”[1] dengan sanad beliau dari jalur Giyats bin Ibrahim, dari Ja’far bin Muhammad, dari Maisarah, dari bapaknya, dari Abu Hurairah, dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Baca pos ini lebih lanjut

Kapan Disunnahkan Makan Pada Hari Idul Fithri Dan Idul Adha ?

Syaikh Ali bin Hasan bin Ali Abdul Hamid Al-Halabi Al-Atsari

Dari Anas Radliallahu anhu, ia berkata :

“Artinya : Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pergi (ke tanah lapang) pada hari Idul Fitri hingga beliau makan beberapa butir kurma”.[1]

Berkata Imam Al Muhallab :

“Hikmah makan sebelum shalat (Idul Fithri) adalah agar orang tidak menyangka masih diharuskan puasa hingga dilaksankan shalat Id, seolah-olah beliau ingin menutup jalan menuju ke sana” [Fathul Bari 2/447, lihat di dalam kitab tersebut ucapan penulis tentang hikmah disunahkannya makan kurma] Baca pos ini lebih lanjut

Hadits Palsu Tentang Keutamaan Beribadah Pada Malam Hari Raya

Ustadz Abdullah Taslim. MA

عن عبادة بن الصامت رضي الله عنه ، أن رسول الله صلّى الله عليه وسلّم قَالَ  مَنْ صَلَّى لَيْلَةَ الْفِطْرِ وَاْلأَضْحَى لَمْ يَمُتْ قَلْبُهُ يَوْمَ تَمُوتُ الْقُلُوبُ

Dari ‘Ubadah bin Shamit radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Barangsiapa yang melaksanakan shalat (pada) malam (hari raya) ‘Idhul Fithr dan ‘Idhul Adha, maka hatinya tidak akan mati pada hari matinya hati-hati (manusia).”

Hadits ini dikeluarkan oleh Imam ath-Thabarani[1] dengan sanadnya dari ‘Ubadah bin Shamit radhiallahu ‘anhu dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Baca pos ini lebih lanjut

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.295 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: