Hadits Palsu Tentang Larangan Bersafar di Hari Jum’at

safar jumatUstadz Abdullah bin Taslim. MA

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ : قَالَ النَّبِيُّ  : (( مَنْ سَافَرَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ دَعَا عَلَيْهِ مَلَكَاهُ أَنْ لَا يُصَاحَبَ فِي سَفَرِهِ وَلَا تُقْضَى لَهُ حَاجَةٌ ))

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang bersafar (melakukan perjalanan jauh) pada hari Jum’at, maka kedua Malaikat (yang selalu menyertai)nya akan mendoakan keburukan baginya agar dia tidak disertai dalam safarnya dan keperluannya tidak terpenuhi”.

Baca pos ini lebih lanjut

Hadits Lemah Tentang Janji Adalah Utang

Hadits Lemah Tentang Janji Adalah UtangUstadz Abdullah Taslim. MA.

     عن علي بن أبي طالب وعبد الله بن مسعود  أن النبي  قال : « الْعِدَةُ دَيْنٌ »

     Dari ‘Ali bin Abi Thalib  dan ‘Abdullah bin Mas’ud , bahwa Rasulullah  bersabda: “Janji adalah utang”.

Hadits ini dikeluarkan oleh Imam ath-Thabrani dalam “al-Mu’jamul ausath” (no. 3513 dan 3514) dan “al-Mu’jamush shagiir” (no. 419), Imam Abu Nu’aim al-Ashbahani dalam “Akhbar Ashbahan (no. 1527), Ibnu ‘Asa-kir dalam “Tarikh Dimasyq” (52/293) dan Imam al-Qudha-‘i dalam “Musnad asy-Syihab” (1/40, no. 7), semuanya dari jalur Sa’id bin Malik bin ‘Isa, dari ‘Abdullah bin Muhammad bin Abil Asy’ats, dari al-A’masy, dari Ibrahim an-Nakha’i, dari ‘Alqamah dan al-Aswad, dari ‘Ali bin Abi Thalib  dan ‘Abdullah bin Mas’ud , dari Rasulullah .

Hadits ini adalah hadits yang lemah,

Baca pos ini lebih lanjut

Keutamaan Memberi Tangguh Atau Membebaskan Orang Yang Kesusahan Membayar Utang

utangUstadz Abdullah bin Taslim. MA.

عن أبي هريرة  قال: قال رسول الله : « مَنْ أَنْظَرَ مُعْسِرًا أَوْ وَضَعَ لَهُ، أَظَلَّهُ اللَّهُ فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لا ظِلَّ إِلا ظِلُّهُ »

Dari Abu Hurairah  bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang memberi tangguh kepada orang yang kesusahan (membayar utang) atau membebaskannya, maka Allah akan menaunginya dalam naungan (Arsy)-Nya pada hari (Kiamat) yang tidak ada naungan selain naungan (Arsy)-Nya”[1].

Hadits yang agung ini menunjukkan keutamaan besar memberi tangguh bagi orang yang memiliki utang dan kesulitan melunasi utangnya, lebih utama lagi membebaskan pembayaran utang tersebut, seluruhnya atau sebagiannya[2]. Baca pos ini lebih lanjut

Keutamaan Pasangan Suami-Istri Yang Selalu Tolong-menolong Dalam Kebaikan

Couple_flowers_by_juvieiraUstadz Abdullah bin Taslim. MA.

عَن أَبِي هُرَيْرَةَ  قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ  : « رَحِمَ اللَّهُ رَجُلاً قَامَ مِنَ اللَّيْلِ فَصَلَّى وَأَيْقَظَ امْرَأَتَهُ ، فَإِنْ أَبَتْ نَضَحَ فِي وَجْهِهَا الْمَاءَ ، رَحِمَ اللَّهُ امْرَأَةً قَامَتْ مِنَ اللَّيْلِ فَصَلَّتْ وَأَيْقَظَتْ زَوْجَهَا ، فَإِنْ أَبَى نَضَحَتْ فِي وَجْهِهِ الْمَاءَ » رواه أبو داود وغيره

Dari Abu Hurairah  bahwa Rasulullah  Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Semoga Allah merahmati seorang laki-laki yang bangun di malam, hari lalu dia melaksanakan shalat (malam), kemudian dia membangunkan istrinya, kalau istrinya enggan maka dia akan memercikkan air pada wajahnya (supaya terbangun). Dan semoga Allah merahmati seorang perempuan yang bangun di malam hari, lalu dia melaksanakan shalat (malam), kemudian dia membangunkan suaminya, kalau suaminya enggan maka dia akan memercikkan air pada wajahnya (supaya terbangun)”[1]. Baca pos ini lebih lanjut

Hadits Palsu Tentang Keutamaan Akal

Hadits Palsu Tentang Keutamaan AkalUstadz Abdullah Taslim. MA

عن جابر بن عبد الله  قال: قال رسول الله : « قِوَامُ المْرَءْ ِعَقْلُهُ، وَلاَ دِيْنَ لِمَنْ لاَ عَقْلَ لَهُ »

Dari Jabir bin ‘Abdillah  bahwa Rasulullah  bersabda: “Asas (kebaikan) seorang manusia adalah akalnya, dan barangsiapa yang tidak mempunyai akal berarti dia tidak mempunyai agama”.

Hadits ini dikeluarkan oleh Imam al-Harits bin Abi Usamah[1], Imam Ibnu ‘Adi[2] dan imam-imam lainnya, dari jalur Dawud bin al-Muhabbar, dari Nashr bin Tharif, dari Ibnu Juraij, dari Abu az-Zubair, dari Jabir bin ‘Abdillah , dari Rasulullah .

Hadits ini adalah hadits palsu, dalam sanadnya ada rawi yang bernama Dawud bin al-Muhabbar, Imam Ibnu Hajar berkata tentangnya: “Dia adalah rawi yang matruk (ditinggalkan riwayatnya karena kelemahannya yang sangat fatal”[3]. Baca pos ini lebih lanjut

Hantu Antara Dongeng Dan Agama

Ustadz Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar as-Sidawi

Masyarakat Indonesia mengenal berbagai jenis hantu (makhluk sprritual) sehingga banyak istilah yang muncul untuknya. Misalnya : kuntilanak, sundel bolong, tuyul, pocong, genderuwo, siluman dan masih banyak lagi lainnya.

Pembahasan tentang hantu merupakan pembahasan yang penting karena berhubungan erat dengan aqidah. Namun, pembahasan ini cukup jarang yang mengupasnya terlebih pembahasan yang berlandaskan dalil. Oleh karenanya, kami merasa perlu untuk membahasnya sebab banyaknya keracunan seputar masalah ini, bahkan ada anggapan sebagian kalangan bahwa Islam tidak membahas tentangnya, bahkan ada yang melampaui batas sehingga menganggap bahwa hantu adalah salah satu Tuhan(!). Maha Suci Allah Ta’ala dari ucapan mereka.[1] Baca pos ini lebih lanjut

Hadits Palsu Tentang Keutamaan Shalat Memakai Sorban

Ustadz Abdullah Taslim. MA

     عن جابر قال: قال رسول الله: ((رَكْعَتَانِ بِعِمامَةٍ خَيْرٌ مِنْ سَبْعِيْنَ رَكْعَةً بِغَيْرِ عِمامَةٍ))

     Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “(Shalat) dua rakaat dengan (memakai) sorban lebih baik dari (shalat) tujuh puluh rakaat tanpa (memakai) sorban”.

Hadits ini dinisbatkan oleh imam as-Suyuthi[1] dan al-Muttaqi al-Hindi[2] kepada imam ad-Dailami dalam kitab beliau “Musnadul Firdaus”.

Imam Abu Mansur ad-Dailami dalam kitab beliau “Musnadul firdaus”[3] menukil hadits ini dari imam Abu  Nu’aim al-Ashbahani dengan sanad beliau dari Ja’far bin Ahmad, dari Ahmad bin Shaleh, dari Thariq bin ‘Abdur Rahman, dari Muhammad bin ‘Ajlan, dari Abu az-Zubair, dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Baca pos ini lebih lanjut

Download Ebook: Terjemah Kitab Fat-hul Qawiyyil Matin fi Syarhil Arba’in wa Tatimmatul Khamsin karya Syaikh Abdulmuhsin Al-Abbad Al-Badr

Judul Ebook
Penjelasan 50 Hadits Inti Ajaran Islam
Terjemah Kitab Fat-hul Qawiyyil Matin fi Syarhil Arba’in wa Tatimmatul Khamsin

Penulis
Syaikh ‘Abdul-Muhsin bin Hamd Al-’Abbad Al-Badr Hafidhahullah

Penerjemah
Ustadz Abu Abdillah Arief Budiman, Lc. (Beliau adalah Pengajar Ma’had As-Sunnah Cirebon dan alumni Universitas Islam Madinah) Baca pos ini lebih lanjut

Hadits Yang Sangat Lemah Tentang Keburukan Utang

Ustadz Abdullah Taslim. MA

     عن معاذ بن جبل  قال: قال رسول الله: ((الدَّيْنُ شَيْنُ الدِّيْنِ))

     Dari Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Utang itu adalah celaan (keburukan) bagi agama (seseorang)”.

 

Hadits ini dikeluarkan oleh imam al-Qudhaa’i[1] dengan sanad beliau dari jalur Abdullah bin Syabib, dari Sa’id bin Manshur, dari Isma’il bin ‘Ayyasy, dari Shafwan bin ‘Amr, dari ‘Abdur Rahman bin Malik bin Yukhamir, dari bapaknya, dari Muadz bin Jabal, dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Baca pos ini lebih lanjut

Hadits Palsu Tentang Hewan Kurban Dan Haji Bagi Orang Miskin

Ustadz Abdullah Taslim. MA

     عن ابن عمر قال: قال رسول الله: ((الدَجّاجُ غَنَمُ فثقَرَاءِ أُمَّتِي، وَالْجُمْعَةُ حَجُّ فُقَرائِها))

    Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhu dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Ayam adalah (kedudukannya seperti) kambing (bagi) orang-orang miskin dari umatku dan shalat jumat (kedudukannya seperti) haji bagi orang-orang miskin dari umatku”.

Hadits ini dikeluarkan oleh imam Ibnu Hibban[1], Ibnul Jauzi[2] dan ad-Dailami dalam “Musnadul Firdaus”[3] dengan sanad mereka dari jalur Mahmisy bin Yazid, dari Hisyam bin ‘Ubaidillah ar-Razi, dari Ibnu Abi Dzi’b, dari Nafi’, dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Hadits ini adalah hadits palsu, dalam sanadnya ada perawi Mahmisy bin Yazid, nama aslinya ‘Abdullah bin Yazid an-Naisaburi, imam ad-Daraquthni berkata tentangnya: “Dia suka memalsukan hadits”. Imam adz-Dzahabi berkata: “Dia tertuduh berdusta”[4]. Baca pos ini lebih lanjut

Hadits-hadits Palsu Tentang Keutamaan Menziarahi Kuburan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam

Ustadz Abdullah Taslim. MA 

     عن عبد الله بن عمر، عن النبي قال: ((مَنْ حَجَّ فَزَارَ قَبْرِي بَعْدَ وَفَاتِي كَانَ كَمَنْ زَارَنِي فِي حَيَاتِي))

     Dari ‘Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhu, dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda: “Barangsiapa yang berhaji lalu menziarahi kuburanku setelah aku wafat maka dia seperti orang yang mengunjungiku sewaktu aku masih hidup”.

Hadits ini dikeluarkan oleh imam ath-Thabarani[1], Ibnu ‘Adi[2], ad-Daraquthni[3], al-Baihaqi[4] dan al-Fakihani[5] dengan sanad mereka dari Hafsh bin Sulaiman Ibnu Abi Dawud, dari al-Laits bin Abi sulaim, dari Mujahid, dari ‘Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhu, dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Baca pos ini lebih lanjut

Hadist Palsu Tentang Keharusan Haji Sebelum Menikah

Ustadz Abdullah Taslim. MA

     عن أبي هريرة قال: قال رسول الله: ((الحَجُّ قَبْلَ التَّزَوُّجِ))

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu beliau berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Berhaji (dulu) sebelum menikah”.

Hadits ini dikeluarkan oleh imam ad-Dailami dalam “Musnadul Firdaus”[1] dengan sanad beliau dari jalur Giyats bin Ibrahim, dari Ja’far bin Muhammad, dari Maisarah, dari bapaknya, dari Abu Hurairah, dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Baca pos ini lebih lanjut

Kapan Disunnahkan Makan Pada Hari Idul Fithri Dan Idul Adha ?

Syaikh Ali bin Hasan bin Ali Abdul Hamid Al-Halabi Al-Atsari

Dari Anas Radliallahu anhu, ia berkata :

“Artinya : Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pergi (ke tanah lapang) pada hari Idul Fitri hingga beliau makan beberapa butir kurma”.[1]

Berkata Imam Al Muhallab :

“Hikmah makan sebelum shalat (Idul Fithri) adalah agar orang tidak menyangka masih diharuskan puasa hingga dilaksankan shalat Id, seolah-olah beliau ingin menutup jalan menuju ke sana” [Fathul Bari 2/447, lihat di dalam kitab tersebut ucapan penulis tentang hikmah disunahkannya makan kurma] Baca pos ini lebih lanjut

Hadits Palsu Tentang Keutamaan Beribadah Pada Malam Hari Raya

Ustadz Abdullah Taslim. MA

عن عبادة بن الصامت رضي الله عنه ، أن رسول الله صلّى الله عليه وسلّم قَالَ  مَنْ صَلَّى لَيْلَةَ الْفِطْرِ وَاْلأَضْحَى لَمْ يَمُتْ قَلْبُهُ يَوْمَ تَمُوتُ الْقُلُوبُ

Dari ‘Ubadah bin Shamit radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Barangsiapa yang melaksanakan shalat (pada) malam (hari raya) ‘Idhul Fithr dan ‘Idhul Adha, maka hatinya tidak akan mati pada hari matinya hati-hati (manusia).”

Hadits ini dikeluarkan oleh Imam ath-Thabarani[1] dengan sanadnya dari ‘Ubadah bin Shamit radhiallahu ‘anhu dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Baca pos ini lebih lanjut

Hadits Lemah Tentang Puasa dan Kesehatan

Ustadz Abdullah Taslim. MA

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه  قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلّى الله عليه وسلّم:  وَصُومُوا تَصِحُّوا

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Berpuasalah, maka kamu akan sehat.”

Hadits ini dikeluarkan oleh imam al-‘Uqaili[1] dan ath-Thabarani[2] dengan sanad mereka berdua dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Baca pos ini lebih lanjut

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.281 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: