Hadits Palsu Tentang Keutamaan Akal

Hadits Palsu Tentang Keutamaan AkalUstadz Abdullah Taslim. MA

عن جابر بن عبد الله  قال: قال رسول الله : « قِوَامُ المْرَءْ ِعَقْلُهُ، وَلاَ دِيْنَ لِمَنْ لاَ عَقْلَ لَهُ »

Dari Jabir bin ‘Abdillah  bahwa Rasulullah  bersabda: “Asas (kebaikan) seorang manusia adalah akalnya, dan barangsiapa yang tidak mempunyai akal berarti dia tidak mempunyai agama”.

Hadits ini dikeluarkan oleh Imam al-Harits bin Abi Usamah[1], Imam Ibnu ‘Adi[2] dan imam-imam lainnya, dari jalur Dawud bin al-Muhabbar, dari Nashr bin Tharif, dari Ibnu Juraij, dari Abu az-Zubair, dari Jabir bin ‘Abdillah , dari Rasulullah .

Hadits ini adalah hadits palsu, dalam sanadnya ada rawi yang bernama Dawud bin al-Muhabbar, Imam Ibnu Hajar berkata tentangnya: “Dia adalah rawi yang matruk (ditinggalkan riwayatnya karena kelemahannya yang sangat fatal”[3]. Baca tulisan ini lebih lanjut

Hantu Antara Dongeng Dan Agama

Ustadz Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar as-Sidawi

Masyarakat Indonesia mengenal berbagai jenis hantu (makhluk sprritual) sehingga banyak istilah yang muncul untuknya. Misalnya : kuntilanak, sundel bolong, tuyul, pocong, genderuwo, siluman dan masih banyak lagi lainnya.

Pembahasan tentang hantu merupakan pembahasan yang penting karena berhubungan erat dengan aqidah. Namun, pembahasan ini cukup jarang yang mengupasnya terlebih pembahasan yang berlandaskan dalil. Oleh karenanya, kami merasa perlu untuk membahasnya sebab banyaknya keracunan seputar masalah ini, bahkan ada anggapan sebagian kalangan bahwa Islam tidak membahas tentangnya, bahkan ada yang melampaui batas sehingga menganggap bahwa hantu adalah salah satu Tuhan(!). Maha Suci Allah Ta’ala dari ucapan mereka.[1] Baca tulisan ini lebih lanjut

Hadits Palsu Tentang Keutamaan Shalat Memakai Sorban

Ustadz Abdullah Taslim. MA

     عن جابر قال: قال رسول الله: ((رَكْعَتَانِ بِعِمامَةٍ خَيْرٌ مِنْ سَبْعِيْنَ رَكْعَةً بِغَيْرِ عِمامَةٍ))

     Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “(Shalat) dua rakaat dengan (memakai) sorban lebih baik dari (shalat) tujuh puluh rakaat tanpa (memakai) sorban”.

Hadits ini dinisbatkan oleh imam as-Suyuthi[1] dan al-Muttaqi al-Hindi[2] kepada imam ad-Dailami dalam kitab beliau “Musnadul Firdaus”.

Imam Abu Mansur ad-Dailami dalam kitab beliau “Musnadul firdaus”[3] menukil hadits ini dari imam Abu  Nu’aim al-Ashbahani dengan sanad beliau dari Ja’far bin Ahmad, dari Ahmad bin Shaleh, dari Thariq bin ‘Abdur Rahman, dari Muhammad bin ‘Ajlan, dari Abu az-Zubair, dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Baca tulisan ini lebih lanjut

Download Ebook: Terjemah Kitab Fat-hul Qawiyyil Matin fi Syarhil Arba’in wa Tatimmatul Khamsin karya Syaikh Abdulmuhsin Al-Abbad Al-Badr

Judul Ebook
Penjelasan 50 Hadits Inti Ajaran Islam
Terjemah Kitab Fat-hul Qawiyyil Matin fi Syarhil Arba’in wa Tatimmatul Khamsin

Penulis
Syaikh ‘Abdul-Muhsin bin Hamd Al-’Abbad Al-Badr Hafidhahullah

Penerjemah
Ustadz Abu Abdillah Arief Budiman, Lc. (Beliau adalah Pengajar Ma’had As-Sunnah Cirebon dan alumni Universitas Islam Madinah) Baca tulisan ini lebih lanjut

Hadits Yang Sangat Lemah Tentang Keburukan Utang

Ustadz Abdullah Taslim. MA

     عن معاذ بن جبل  قال: قال رسول الله: ((الدَّيْنُ شَيْنُ الدِّيْنِ))

     Dari Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Utang itu adalah celaan (keburukan) bagi agama (seseorang)”.

 

Hadits ini dikeluarkan oleh imam al-Qudhaa’i[1] dengan sanad beliau dari jalur Abdullah bin Syabib, dari Sa’id bin Manshur, dari Isma’il bin ‘Ayyasy, dari Shafwan bin ‘Amr, dari ‘Abdur Rahman bin Malik bin Yukhamir, dari bapaknya, dari Muadz bin Jabal, dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Baca tulisan ini lebih lanjut

Hadits Palsu Tentang Hewan Kurban Dan Haji Bagi Orang Miskin

Ustadz Abdullah Taslim. MA

     عن ابن عمر قال: قال رسول الله: ((الدَجّاجُ غَنَمُ فثقَرَاءِ أُمَّتِي، وَالْجُمْعَةُ حَجُّ فُقَرائِها))

    Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhu dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Ayam adalah (kedudukannya seperti) kambing (bagi) orang-orang miskin dari umatku dan shalat jumat (kedudukannya seperti) haji bagi orang-orang miskin dari umatku”.

Hadits ini dikeluarkan oleh imam Ibnu Hibban[1], Ibnul Jauzi[2] dan ad-Dailami dalam “Musnadul Firdaus”[3] dengan sanad mereka dari jalur Mahmisy bin Yazid, dari Hisyam bin ‘Ubaidillah ar-Razi, dari Ibnu Abi Dzi’b, dari Nafi’, dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Hadits ini adalah hadits palsu, dalam sanadnya ada perawi Mahmisy bin Yazid, nama aslinya ‘Abdullah bin Yazid an-Naisaburi, imam ad-Daraquthni berkata tentangnya: “Dia suka memalsukan hadits”. Imam adz-Dzahabi berkata: “Dia tertuduh berdusta”[4]. Baca tulisan ini lebih lanjut

Hadits-hadits Palsu Tentang Keutamaan Menziarahi Kuburan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam

Ustadz Abdullah Taslim. MA 

     عن عبد الله بن عمر، عن النبي قال: ((مَنْ حَجَّ فَزَارَ قَبْرِي بَعْدَ وَفَاتِي كَانَ كَمَنْ زَارَنِي فِي حَيَاتِي))

     Dari ‘Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhu, dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda: “Barangsiapa yang berhaji lalu menziarahi kuburanku setelah aku wafat maka dia seperti orang yang mengunjungiku sewaktu aku masih hidup”.

Hadits ini dikeluarkan oleh imam ath-Thabarani[1], Ibnu ‘Adi[2], ad-Daraquthni[3], al-Baihaqi[4] dan al-Fakihani[5] dengan sanad mereka dari Hafsh bin Sulaiman Ibnu Abi Dawud, dari al-Laits bin Abi sulaim, dari Mujahid, dari ‘Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhu, dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Baca tulisan ini lebih lanjut

Hadist Palsu Tentang Keharusan Haji Sebelum Menikah

Ustadz Abdullah Taslim. MA

     عن أبي هريرة قال: قال رسول الله: ((الحَجُّ قَبْلَ التَّزَوُّجِ))

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu beliau berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Berhaji (dulu) sebelum menikah”.

Hadits ini dikeluarkan oleh imam ad-Dailami dalam “Musnadul Firdaus”[1] dengan sanad beliau dari jalur Giyats bin Ibrahim, dari Ja’far bin Muhammad, dari Maisarah, dari bapaknya, dari Abu Hurairah, dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Baca tulisan ini lebih lanjut

Kapan Disunnahkan Makan Pada Hari Idul Fithri Dan Idul Adha ?

Syaikh Ali bin Hasan bin Ali Abdul Hamid Al-Halabi Al-Atsari

Dari Anas Radliallahu anhu, ia berkata :

“Artinya : Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pergi (ke tanah lapang) pada hari Idul Fitri hingga beliau makan beberapa butir kurma”.[1]

Berkata Imam Al Muhallab :

“Hikmah makan sebelum shalat (Idul Fithri) adalah agar orang tidak menyangka masih diharuskan puasa hingga dilaksankan shalat Id, seolah-olah beliau ingin menutup jalan menuju ke sana” [Fathul Bari 2/447, lihat di dalam kitab tersebut ucapan penulis tentang hikmah disunahkannya makan kurma] Baca tulisan ini lebih lanjut

Hadits Palsu Tentang Keutamaan Beribadah Pada Malam Hari Raya

Ustadz Abdullah Taslim. MA

عن عبادة بن الصامت رضي الله عنه ، أن رسول الله صلّى الله عليه وسلّم قَالَ  مَنْ صَلَّى لَيْلَةَ الْفِطْرِ وَاْلأَضْحَى لَمْ يَمُتْ قَلْبُهُ يَوْمَ تَمُوتُ الْقُلُوبُ

Dari ‘Ubadah bin Shamit radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Barangsiapa yang melaksanakan shalat (pada) malam (hari raya) ‘Idhul Fithr dan ‘Idhul Adha, maka hatinya tidak akan mati pada hari matinya hati-hati (manusia).”

Hadits ini dikeluarkan oleh Imam ath-Thabarani[1] dengan sanadnya dari ‘Ubadah bin Shamit radhiallahu ‘anhu dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Baca tulisan ini lebih lanjut

Hadits Lemah Tentang Puasa dan Kesehatan

Ustadz Abdullah Taslim. MA

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه  قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلّى الله عليه وسلّم:  وَصُومُوا تَصِحُّوا

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Berpuasalah, maka kamu akan sehat.”

Hadits ini dikeluarkan oleh imam al-‘Uqaili[1] dan ath-Thabarani[2] dengan sanad mereka berdua dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Baca tulisan ini lebih lanjut

Seputar Bid’ah Shalat Tarawih

Ustadz Zainal Abidin bin Syamsuddin, Lc

HAKIKAT BID’AH
Asal kata bid’ah adalah menciptakan (suatu hal yang baru) tanpa ada contoh sebelumnya [1]. Sebagaimana firman Allah, Allah pencipta langit dan bumi. (Al Baqarah : 117). Bahwa Allah menciptakan keduanya tanpa contoh sebelumnya [2].

Adapun bid’ah menurut makna syar’i, ialah sebagaimana yang telah dinyatakan oleh Imam Ibnu Taimiyah, yaitu segala cara beragama yang tidak disyari’atkan oleh Allah dan RasulNya; yakni yang tidak diperintahkan, baik dalam wujud perintah wajib atau berbentuk anjuran [3], baik berupa keyakinan, ibadah dan muamalah. Baca tulisan ini lebih lanjut

Hadits-Hadits Palsu Tentang Keutamaan Menziarahi Kuburan Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam-

Ustadz Abdullah bin Taslim. MA

Dari Abdullah bin Umar -radhiyallahu ‘anhu-, dari Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam-, beliau bersabda, “Barangsiapa berhaji lalu menziarahi kuburanku setelah aku wafat maka dia seperti orang yang mengunjungiku sewaktu aku masih hidup.”

Hadits ini dikeluarkan oleh imam ath Thabrani [1], Ibnu ‘Adi[2], ad-Daraquthni[3], al Baihaqi [4] dan al-Fakihani[5] dengan sanad mereka dari Hafsh bin Sulaiman Ibnu Abi Dawud, dari al-Laits bin Abi Sulaim, dari Mujahid, dari ‘Abdullah bin ‘Umar -radhiyallahu ‘anhuma-, dari Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam-.

Hadits ini adalah hadits palsu, karena dalam sanadnya ada perawi bernama Hafsh bin Sulaiman Ibnu Abi Dawud al-Asadi. Tentang orang ini, Imam Ahmad, Abu Hatim, al-Bukhari, Muslim dan an-Nasa’i mengatakan, “Hadits riwayat orang ini ditinggalkan (karena sangat lemah).” [6] Imam Yahya bin Ma’in rahimahullah berkata, “Dia seorang pendusta.” Bahkan Ibnu Khirasi rahimahullah berkata, “Dia pendusta, (hadits riwayatnya) ditinggakan dan dia pemalsu hadits.” [7] Baca tulisan ini lebih lanjut

Beberapa Hadits Lemah (Dho’if) dan Palsu (Maudhu’) di Bulan Sya’ban

Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal

[Hadits Pertama]

إِنَّ اللَّهَ تَعَالَى يَنْزِلُ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا فَيَغْفِرُ لأَكْثَرَ مِنْ عَدَدِ شَعَرِ غَنَمِ كَلْبٍ

“Sesungguhnya Allah Ta’ala turun ke langit dunia pada malam Nishfu Sya’ban, Dia akan mengampuni  dosa walaupun itu lebih banyak dari jumlah bulu yang ada di kambing Bani Kalb.” [Bani Kalb adalah salah satu kabilah di Arab yang punya banyak kambing]

Hadits ini diriwayatkan oleh At Tirmidzi dan Ibnu Majah. At Tirmidzi mengatakan bahwa beliau mendengar Muhammad (yaitu Imam Bukhari) mendhoifkan hadits ini. (Lihat As Silsilah Ash Shohihah, no. 1144) Baca tulisan ini lebih lanjut

Keutamaan Zikir dengan Memuji, Mengagungkan dan Menyucikan Nama Allah

Ustadz Abdullah Taslim. MA

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلّى الله عليه وسلّم : « كَلِمَتَانِ خَفِيفَتَانِ عَلَى اللِّسَانِ ثَقِيلَتَانِ فِى الْمِيزَانِ حَبِيبَتَانِ إِلَى الرَّحْمَنِ سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ » متفق عليه.

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu beliau berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ada dua kalimat (zikir) yang ringan diucapkan di lidah, (tapi) berat (besar pahalanya) pada timbangan amal (kebaikan) dan sangat dicintai oleh ar-Rahman (Allah Subhanahu wa Ta’ala Yang Mahaluas Rahmat-Nya), (yaitu): Subhaanallahi wabihamdihi, subhaanallahil ‘azhiim (Mahasuci Allah dengan memuji-Nya, dan Mahasuci Allah yang Mahaagung).”

Hadits ini menunjukkan besarnya keutamaan mengucapkan dua kalimat zikir ini dan menghayati kandungan maknanya, karena amal shaleh ini dicintai oleh Allah ‘Azza wa Jalla dan menjadikan berat timbangan amal kebaikan seorang hamba pada hari kiamat. Baca tulisan ini lebih lanjut

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 688 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: