Memperingati Maulid dalam rangka Mengingat Kelahiran Nabi

Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.

Peringatan Maulid Nabi dilakukan dalam rangka mengingat kelahiran, keistimewaan, mukjizat, sirah, dan mengetahui akhlak Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kita pun diperintahkan untuk melakukan hal-hal tadi dalam rangka menjadikan  meneladani beliau. Karena Allah Ta’ala berfirman, Baca tulisan ini lebih lanjut

Maaf-Memaafkan Dalam Rangka Hari Raya Disyariatkan?

Ustadz Abdullah Taslim. MA

Mudah memaafkan, penyayang terhadap sesama Muslim dan lapang dada terhadap kesalahan orang merupakan amal shaleh yang keutamaannya besar dan sangat dianjurkan dalam Islam.

Allah Azza wa Jalla berfirman.

خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ

Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan perbuatan baik, serta berpisahlah dari orang-orang yang bodoh. [al-A’raf/7:199] Baca tulisan ini lebih lanjut

Seputar Bid’ah Shalat Tarawih

Ustadz Zainal Abidin bin Syamsuddin, Lc

HAKIKAT BID’AH
Asal kata bid’ah adalah menciptakan (suatu hal yang baru) tanpa ada contoh sebelumnya [1]. Sebagaimana firman Allah, Allah pencipta langit dan bumi. (Al Baqarah : 117). Bahwa Allah menciptakan keduanya tanpa contoh sebelumnya [2].

Adapun bid’ah menurut makna syar’i, ialah sebagaimana yang telah dinyatakan oleh Imam Ibnu Taimiyah, yaitu segala cara beragama yang tidak disyari’atkan oleh Allah dan RasulNya; yakni yang tidak diperintahkan, baik dalam wujud perintah wajib atau berbentuk anjuran [3], baik berupa keyakinan, ibadah dan muamalah. Baca tulisan ini lebih lanjut

Download Audio: Khutbah Jum’at “Perkara-Perkara Yang Dianggap Sunnah Sebelum atau Disaat Bulan Ramadhan” Ust. Badrusalam, Lc

Alhamdulillah, berikut kami hadirkan rekaman khutbah jum’at yang diselenggarakan di Masjid Al-Barkah Cileungsi, Bogor hari ini Jum’at, 29 Juli 2011. dengan khotib Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. Tema khutbah yang disampaikan ” Perkara-Perkara Yang Dianggap Sunnah Sebelum atau Disaat Bulan Ramadhan “.

Semoga nesehat yang disampaikan beliau bermanfaat untuk kaum muslimin.

Silahkan download pada link berikut: Baca tulisan ini lebih lanjut

Download Audio: Kumpulan Ceramah Tentang Romadhon Bersama Asatidzah Alumni Dan Mahasiswa Madinah

Alhamdulillah berikut ini adalah kumpulan Ceramah (Audio) yang berkaitan tentang Romadhon yang disampaikan oleh Asatidzah Alumni dan Mahasiswa Universitas Islam Madinah.

Semoga bermanfaat bagi seluruh ummat.

Silakan download atau dengarkan pada link dibawah ini: Baca tulisan ini lebih lanjut

Adakah Bid’ah Hasanah?

Ustadz muhammad Abduh Tuasikal

Alhamdulillahilladzi arsala rosulahu bilhuda wa diinil haq, liyuzh-hirohu ‘alad diini kullih wa kafaa billahi syahida. Allahumma sholli ‘ala nabiyyina Muhammad, wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.

‘Setiap bid’ah adalah tercela’. Inilah yang masih diragukan oleh sebagian orang. Ada yang mengatakan bahwa tidak semua bid’ah itu sesat, ada pula bid’ah yang baik (bid’ah hasanah). Untuk menjawab sedikit kerancuan ini, marilah kita menyimak berbagai dalil yang menjelaskan hal ini.

Dalil dari As Sunnah

Diriwayatkan dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata,

“Jika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkhutbah matanya memerah, suaranya begitu keras, dan kelihatan begitu marah, seolah-olah beliau adalah seorang panglima yang meneriaki pasukan ‘Hati-hati dengan serangan musuh di waktu pagi dan waktu sore’. Lalu beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jarak antara pengutusanku dan hari kiamat adalah bagaikan dua jari ini. [Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam berisyarat dengan jari tengah dan jari telunjuknya]. Baca tulisan ini lebih lanjut

Peringatan Isra’ Mi’raj

Ustadz Abu Asma Kholid Syamhudi. Lc

Bulan Rajab, bulan yang dihormati manusia. Bulan ini termasuk bulan haram (Asyhurul Hurum). Banyak cara manusia menghormati bulan ini, ada yang menyembelih hewan, ada yang melakukan sholat khusus Rajab dan lain-lainnya.

Di bulan ini juga, sebagian kaum muslimin memperingati satu peristiwa yang sangat luar biasa, peristiwa perjalanan Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam dari Makkah ke Baitul Maqdis, kemudian ke sidratul muntaha menghadap Pencipta alam semesta dan Pemeliharanya. Itulah peristiwa Isra’ dan Mi’raj.

Peristiwa ini tidak akan dilupakan kaum muslimin, karena perintah sholat lima waktu sehari semalam diberikan oleh Allah pada saat Isra’ dan Mi’raj. Tiang agama ini tidak akan lepas dari peristiwa Isra’ dan Mi’raj Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam . Baca tulisan ini lebih lanjut

Koreksi Ritual Di Bulan Rojab

Hirjan Abu Ubadah

Ketahuilah wahai saudaraku ! Sekarang ini kita berada di bulan yang mulia.

Alloh telah mengharamkan kedzoliman pada empat bulan yang harom, bulan-bulan yang mulia. Perhatikanlah firman-Nya berikut ini:

Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, Maka janganlah kamu Menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa. (QS. At Taubah ayat 36) Baca tulisan ini lebih lanjut

Sufi, Beribadah Dengan Menari-Nari (?!)

Ustadz Abu Minhal

Masyarakat umumnya memandang persoalan menari berhubungan dengan seni dan budaya. Berbeda dengan kalangan Sufi, mereka memastikan ada ritual tertentu – di luar ibadah yang disyariatkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam – yang berfungsi sebagai amalan sholeh layaknya ibadah-ibadah yang lain. Belakangan tidak asing lagi dipertontonkan, aksi berdzikir (beribadah) kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala melalui cara berputar-putar secara teratur dengan kecepatan yang kian bertambah kencang, yang dikenal dengan sebutan Whirling Dervishes (darwis-darwis yang berputar) atau Tarian Sema (Arab:samâ’). Pada akhirnya, menurut mereka, para penari akan mengalami keadaan ekstase (fana’), melebur bersama Allah Subhanahu wa Ta’ala (?!)

Atribut mereka, mengenakan topi yang memanjang ke atas, jubah hitam besar, baju putih yang melebar di bagian bawahnya seperti rok, serta tanpa alas kaki. Mereka membungkukkan badan tanda hormat lalu mulai melepas jubah hitamnya. Posisi tangan mereka menempel di dada, bersilang mencengkram bahu. Demikian gambaran global tarian spritual sama’ ini. Baca tulisan ini lebih lanjut

Kemungkaran di Kuburan

Ustadz Ahmad Jamil bin Alim

Tidak diragukan lagi bahwa bid’ah, kemungkaran dan kesyirikan yang dilakukan oleh kaum muslimin di kuburan para wali semakin menjadi-jadi, padahal Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memperingatkan umatnya dari bahaya mengagungkan kuburan orang-orang yang sholih, bahkan Alloh melaknat orang-orang yang menjadikan kuburan pada nabi dan para wali sebagai masjid. Namun ketika ilmu agama dilupakan, para da’i mengajak manusia menuju kebinasaan, aktif menyampaikan kebatilan, di sisi lain sedikitnya da’i penegak kebenaran, maka janganlah kita heran jika sesuatu yang dikhawatirkan oleh Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjadi kenyataan di depan mata kita secara terang-terangan. Maka sebagai upaya ikut serta menyuarakan kebenaran dalam masalah ini, saya menulis ”Kemungkaran di kuburan” disertai dalil dan perkataan para ulama dan juga bantahan atas syubhat bolehnya sholat di masjid yang ada di kuburan berdalih dengan keberadaan kuburan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang ada di dalam Masjid Nabawi, mudah-mudahan tulisan ini bermanfaat bagi kita semua. Amin. Baca tulisan ini lebih lanjut

Mubahalah Senjata Terakhir Menghadapi Penentang Kebenaran

Ustadz Ahmad Sabiq Abdul Lathif Abu Yusuf

MUQODDIMAH

Di saat hawa nafsu menguasai, saat dakwah yang lembut dan penuh hikmah menemui jalan buntu, saat hujjah yang berlandaskan al-Qur’an dan as-sunnah serta pemahaman para ulama ti­dak dapat menundukkan hati yang sudah kadung mengeras. Saat kebenaran harus mentok dan keba­tilan semakin digandrungi. Maka dalam kondisi ke­pepet semacam itu Alloh Ta’ala memberikan jalan keluar bagi seseorang yang memegang kebenaran yang sedang berhadapan dengan pengusung keba­tilan untuk menggunakan sebuah jalan yang— insya Alloh — dengan cara itulah Alloh akan menampak­kan mana yang benar dan mana yang salah. Cara itulah yang dikenal dengan istilah “Mubahalah”.

Namun, sebagaimana syari’at Islam lainnya, mubahalah ini pun ada aturan dan caranya; kapan ia digunakan, bagaimana caranya, dan apa saja syaratnya. Insya Alloh, inilah yang akan kita bahas dalam kajian kita kali ini. Semoga bermanfaat. Baca tulisan ini lebih lanjut

Peringatan Maulid Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam Menurut Syari’at Islam

Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas

Segala puji bagi Allah Azza wa Jalla yang telah menyempurnakan agama Islam untuk hamba-hamba-Nya yang beriman dan menjadikan Sunnah Rasul-Nya sebagai sebaik-baik petunjuk yang diikuti. Semoga shalawat serta salam tercurah kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, keluarga, dan para Shahabatnya.

Allah Azza wa Jalla telah menyempurnakan agama Islam bagi umatnya; menyempurnakan nikmat-Nya bagi mereka. Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak mewafatkan Nabi-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam kecuali setelah beliau selesai menyampaikan segala sesuatu yang disyari’atkan Allah Azza wa Jalla dengan jelas, baik berupa perkataan maupun perbuatan; juga setelah beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan bahwa setiap hal baru yang diada-adakan oleh manusia dan disandarkan kepada agama Islam, baik berupa i’tiqâd (keyakinan), perkataan maupun perbuatan semua itu adalah bid’ah dan tertolak, walaupun maksudnya baik. Baca tulisan ini lebih lanjut

STUDI KRITIS : Syair-syair Barzanji & Burdah

Berikut adalah beberapa kalimat kufur dan syirik yang terdapat dalam kitab Barzanji sekaligus komentar dari sebagian ulama.

Hambamu yang miskin mengharapkan
“Karuniamu (wahai Rasul) yang sangat banyak”
Padamu aku telah berbaik sangka
“Wahai pemberi kabar gembira dan Pemberi Peringatan”
Maka tolonglah Aku, selamatkan Aku
“Wahai Penyelamat dari Sa’iir (Neraka)”
Wahai penolongku dan tempat berlindungku
“Dalam perkara-perkara besar dan berat yang menimpaku” Baca tulisan ini lebih lanjut

Kekeliruan dalam Menyambut Awal Tahun Baru Hijriyah

Muhammad Abduh Tuasikal

Sebentar lagi kita akan memasuki tanggal 1 Muharram. Seperti kita ketahui bahwa perhitungan awal tahun hijriyah dimulai dari hijrahnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Lalu bagaimanakah pandangan Islam mengenai awal tahun yang dimulai dengan bulan Muharram? Ketahuilah bulan Muharram adalah bulan yang teramat mulia, yang mungkin banyak di antara kita tidak mengetahuinya. Namun banyak di antara kaum muslimin yang salah kaprah dalam menyambut bulan Muharram atau awal tahun. Silakan simak pembahasan berikut. Baca tulisan ini lebih lanjut

Membaca Shalawat Nariyah Mendatangkan Ketenangan?

Ustadz Abdullah Taslim. MA

Kebiasaan membaca shalawat Nariyah sudah sangat populer, tidak terkecuali masyarakat Muslim di tanah air. Hal ini tiada lain -diantaranya- disebabkan iming-iming janji keutamaan dan pahala besar yang disebutkan bagi orang yang membaca  shalawat tersebut. Bahkan banyak dari mereka yang meyakini bahwa membaca shalawat ini merupakan perwujudan cinta dan pengagungan besar kepada Nabi Muhammad  Shallallahu ‘alaihi wa sallam

Di antara keterangan yang mereka sebutkan tentang shalawat ini, barangsiapa yang membaca shalawat ini sebanyak 4444 kali, dengan niat menghilangkan kesusahan atau memenuhi hajat (kebutuhan), maka semua itu akan terpenuhi [1] (??!!). Ada juga yang mengatakan bahwa dengan membaca shalawat ini hati menjadi tenang dan dada menjadi lapang (??!!). Benarkah semua itu dapat dicapai dengan membaca shalawat tersebut? Baca tulisan ini lebih lanjut

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 4.556 pengikut lainnya.