Gara-Gara Begadang Nonton Bola

nonton bolaUstadz Muhammad Abduh Tuasikal  

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.

Sudah dimaklumi bersama bahkan sudah jadi berita di seantero dunia, selama sebulan penuh di benua hitam Afrika diadakan event akbar empat tahunan yaitu Piala Dunia. Dari kota, pedesaan bahkan sampai di pelosok negeri, kalangan muda bahkan sampai yang sudah “sepuh” sekali pun tidak ingin menghilangkan event yang jarang-jarang ini. Acara nonton bareng pun diadakan sambil minum kopi, juga bersorak-sorak mendukung tim kesayangan. Namun acara nonton piala dunia ini kadang melalaikan dari yang wajib-wajib, bahkan inilah yang sering terjadi. Tulisan ini nantinya akan membuktikan sebagian di antaranya. Kelalaian dari yang wajib ini terjadi karena piala dunia biasa ditayangkan di atas jam 9 malam, maka sudah barang tentu banyak penonton yang begadang. Dari sinilah banyak yang akhirnya lalai dari kewajiban shalat dan lainnya. Baca pos ini lebih lanjut

Mari Tidur Siang

Mari Tidur SiangMari Tidur Siang

ونومة القيلولة مستحبة عند جمهور العلماء، لقول النبي صلى الله عليه وسلم: قيلوا فإن الشياطين لا تقيل. والحديث حسنه الألباني في صحيح الجامع برقم4431.
قال الخطيب الشربيني: يسن للمتهجد القيلولة، وهي: النوم قبل الزوال، وهي بمنزلة السحور للصائم.
وقالوا في الفتاوى الهندية: ويستحب التنعم بنوم القيلولة. انتهى.
وقال في كشاف القناع: ويستحب النوم نصف النهار،

Tidur siang atau qoilulah itu hukumnya dianjurkan menurut mayoritas ulama mengingat sabda Nabi, “Hendaknya kalian tidur siang karena setan itu tidak tidur siang” [Dinilai hasan oleh al Albani dalam Shahih Jami Shaghir no 4431]. Baca pos ini lebih lanjut

Akibat Meninggalkan Shalat Jum’at

Akibat Meninggalkan Shalat Jum’atUstadz Muhammad Abduh Tuasikal

Meninggalkan shalat Jum’at sudah menjadi hal biasa bagi sebagian orang. Sampai seringkali meninggalkannya. Padahal shalat ini adalah kewajiban yang tidak perlu lagi disangsikan. Dalil pendukungnya pun dari Al Qur’an, As Sunnah dan kesepakatan para ulama (baca: ijma’). Maka sudah barang tentu yang meninggalkannya akan menuai petaka yang menimpa jasad dan lebih parah lagi akan merusak hatinya.

Kewajiban shalat Jum’at ditunjukkan dalam ayat,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِي لِلصَّلَاةِ مِن يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَى ذِكْرِ اللَّهِ

Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum’at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah.” (QS. Al Jum’ah: 9). Baca pos ini lebih lanjut

Harta Haram, Sumber Petaka Dunia dan Akhirat

Ustadz Abdullah Taslim. MA

Setiap insan tentu mendambakan kehidupan yang bahagia, damai dan jauh dari berbagai kesusahan. Untuk tujuan ini, semua orang rela mengorbankan harta, waktu dan tenaga yang mereka miliki demi meraih apa yang mereka sebut sebagai ‘kebahagiaan dan ketenangan hidup yang sejati’.

Ironisnya, dalam upaya mencari kebahagiaan dan ketenangan hidup ini, di antara mereka banyak yang menempuh jalan yang keliru dan justru menjerumuskan mereka ke dalam jurang kesengsaraan dan malapetaka, dengan mengikuti godaan dan tipu daya setan yang selalu menghiasi keburukan amal perbuatan manusia. Baca pos ini lebih lanjut

Tabarruj, Dandanan Ala Jahiliyah Wanita Modern

Ustadz Abdullah Taslim. MA
Istilah “jilbab gaul”, “jilbab modis” atau “jilbab keren”…tentu tidak asing di telinga kita, karena nama-nama ini sangat populer dan ngetrend di kalangan para wanita muslimah. Bahkan kebanyakan dari mereka merasa bangga dengan mengenakan jilbab model ini dan beranggapan ini lebih sesuai dengan situasi dan kondisi di jaman sekarang. Ironisnya lagi, sebagian dari mereka justru menganggap jilbab yang sesuai dengan syariat adalah kuno, kaku dan tidak sesuai dengan tuntutan jaman.

Padahal, bukankah Allah yang mensyariatkan hukum-hukum dalam Islam lebih mengetahui segala sesuatu yang mendatangkan kebaikan bagi hamba-hamba-Nya dan Dialah yang mensyariatkan bagi mereka hukum-hukum agama yang sangat sesuai dengan kondisi mereka di setiap jaman dan tempat? Baca pos ini lebih lanjut

Hak-Hak Orang Lanjut Usia Dalam Islam

Syaikh Prof. Dr. Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin al-Badr

Sesungguhnya di antara hak-hak yg mulia yang diserukan oleh agama kita yg hanif ini adalah hak orang yg telah lanjut usia atau tua, sama saja apakah dia adalah bapak kita atau kerabat kita baik muslim maupun kafir. Orang yg sudah lanjut usia mempunyai hak-hak yang telah dijaga dan perhatikan oleh Islam. Apa saja hak-hak yang harus kita perhatikan kepada orang-orang yang sudah tua? Simaklah ulasannya dalam lembaran berikut ini. Baca pos ini lebih lanjut

Rambu-Rambu Pasang Iklan

Ustadz Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar as-Sidawi

Dalam dunia pemasaran, di antara kunci keberhasilan sebuah usaha adalah harga (price), iklan (promotion), tempat (place), produk (product). Menyadari hal ini maka para pelaku bisnis sangat bersemangat mengoptimalkan keempat faktor, hingga jangan heran jika sekarang ini iklan membanjiri media, baik koran, majalah, televisi, radio, dan internet. Semua itu karena memang iklan memiliki kekuatan yang luar biasa untuk menggait hati manusia dan membius otak manusia.

Anda bisa bayangkan, bagaimana peran iklan rokok yang begitu memukau dan menutupi akal manusia padahal pada bungkus rokok telah tertulis pesan yang sangat jelas “Rokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi dan gangguan kehamilan dan janin”. Aneh, bukan?! Baca pos ini lebih lanjut

Memberi Salam Kepada Jama’ah Masjid

Simaklah bimbingan praktek akhlak mulia dari Asy Syaikh Al Allamah Abdul ‘Aziz Bin Baaz Rahimahullah, yaitu hendaknya seseorang memberi salam kepada jama’ah masjid ketika memasuki masjid, sebelum melakukan shalat. Tidak sebagaimana sebagian kita, dan mungkin juga saya, masuk ke masjid tanpa menghiraukan orang lain langsung menuju ke shaf depan seakan tidak mengenal siapa-siapa dan terkesan angkuh, semoga Allah memberi petunjuk kepada kita semua.

Teks fatwa:

هل يجوز السلام على الجالسين في المسجد قبل تحية المسجد؟

Bolehkah memberikan salam kepada orang-orang yang sudah berada di masjid sebelum shalat tahiyyatul masjid?

نعم، إذا دخل وأتى الصف يقول: السلام عليكم، قبل أن يبدأ بالصلاة، السلام عليكم على الحاضرين ولو كان يصلي والمصلي يرد بالإشارة، يشير بيده كالمصافح، يرد الإشارة كما فعله النبي -صلى الله عليه وسلم-، ثم يكبر بتحية المسجد، يصلي تحية المسجد Baca pos ini lebih lanjut

Menggapai Barakah Ketika Menyantap Makanan

Abu Al-Jauzaa’

Berkumpul Apabila Makan

Dari Wahsyi bin Harb radliyallaahu ‘anhu, bahwasannya para shahabat Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam berkata : ”Wahai Rasulullah, sesungguhnya kita makan tapi tidak kenyang”. Beliau shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda : ”Mungkin saja kalian makan dengan tidak berkumpul?”. Mereka berkata : ”Ya”. Beliau bersabda :

فَاجْتَمِعُوا عَلَى طَعَامِكمْ , فَاذْكُرُوا اسْمَ اللهِ عَليهِ, يُبَارَكْ لَكمْ فِيهِ

”Berkumpullah kalian ketika makan, dan sebutlah nama Allah padanya. Maka makanan kalian akan diberkahi” [Diriwayatkan oleh Abu Dawud dalam Sunan-nya 4/138, Kitaabul-Ath’imah, bab : Fil-Ijtimaa’ ‘alath-Tha’aam; Ibnu Majah dalam Sunan-nya 2/1093, Kitaabul-Ath’imah, bab : Al-Ijtimaa’ ‘alath-Tha’aam; Al-Imam Ahmad dalam Musnad-nya 3/501; Ibnu Hibban dalam Shahih-nya 7/327, Kitaabul-Ath’imah, Dzikrul-Amri bil-Ijtimaa’ ‘alath-Tha’aam Rajaa’al-Barakah fil-Ijtimaa’ ‘Alaih]. Baca pos ini lebih lanjut

Keajaiban Seorang Mukmin

Ustadz Abdullah Zein. MA

Segala puji bagi Allah ta’ala, shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasul-Nya, keluarga, sahabat dan pengikut setianya.
• Prolog

Di tahun 104 H, di pinggiran negeri Iraq, seorang prajurit kerajaan ditugasi raja untuk menjaga daerah perbatasan. Ia bercerita, “Suatu hari aku keluar menuju tepi pantai dalam rangka menjaga kawasan pantai dari kedatangan musuh. Tatkala tiba di tepi pantai aku mendapatkan diriku berada di sebuah dataran lapang yang di tengahnya terdapat sebuah tenda, di dalamnya terdapat seorang lanjut usia yang telah buntung kedua tangan dan kedua kakinya, pendengarannya lemah, serta matanya telah rabun. Tidak satu anggota tubuhnya pun yang bermanfaat baginya kecuali lisannya. Orang itu berkata, “Ya Allah, ilhamilah aku agar bisa memuji-Mu sehingga aku bisa menunaikan rasa syukur atas nikmat-nikmat yang telah Engkau anugerahkan padaku. Sungguh Engkau telah melimpahkan banyak keistimewaan padaku dibanding kebanyakan makhluk ciptaan-Mu”. Baca pos ini lebih lanjut

Adab Menguap Dan Bersin

Kebanyakan dari kita, mungkin beranggapan bahwa ibadah hanyalah sebatas pada shalat, puasa, haji, dan zakat. Padahal ibadah adalah segala sesuatu yang dicintai oleh Allah dan yang telah dicontohkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Salah satu ibadah yang telah diremehkan oleh sebagian kaum muslim adalah menjaga adab-adab yang telah diajarkan oleh Islam. Adab-adab tersebut memang terkesan sepele, tetapi jika kita mengamalkannya dengan niat beribadah dan dengan niat meneladani Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, amal tersebut akan bernilai ibadah di sisi Allah Ta’ala. Sebagaimana yang telah disabdakan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Sesungguhnya setiap amal perbuatan tergantung pada niatnya dan sesungguhnya setiap orang akan mendapatkan hasil sesuai dengan niatnya.” (HR. Bukhari dan Muslim). Baca pos ini lebih lanjut

Nikmat Berkendaraan

Pada masa silam, manusia bepergian dengan berjalan kaki dari satu tempat ke tempat yang lain dengan membawa barang atau perbekalan di atas punggungnya. Sebagian yang lain bepergian dengan menunggang hewan tunggangan sambil membawa berbagai muatan, sebagaimana disebutkan dalam firman Allah Ta’ala (yang artinya),

“Dan ia (hewan ternak) mengangkut beban-bebanmu ke suatu negeri yang kamu tidak sanggup mencapainya, kecuali dengan susah payah. Sungguh, Rabbmu Maha Pengasih, Maha Penyayang. Dan (Dia telah menciptakan) kuda, bagal, dan keledai untuk kamu tunggangi dan (menjadi) perhiasan. Allah menciptakan apa yang tidak kamu ketahui.” (QS. An-Nahl: 7-8)

Adapun di masa sekarang, begitu mudahnya seseorang untuk bepergian dari satu tempat ke tempat yang lain dalam waktu cepat tanpa banyak mengeluarkan tenaga dan pikiran, walaupun terkadang tidak sedikit biaya yang harus dikeluarkan. Baca pos ini lebih lanjut

Download Ebook: Sepenggal Catatan Perjalanan Dari Madinah Hingga Radio Ke Rodja

Alhamdulillah, untuk pertama kalinya dapat  dihadirkan ebook dari buku “Dari Madinah Hingga Radio Rodja“. Sebuah buku yang sangat bermanfaat yang ditulis dari Al Ustadz Firanda Andirja yang berisi Pelajaran Akhlak yang dapat kita dulang dari guru beliau, Asy-Syaikh Abdurrozzaq Abdul Muhsin Al-Badr.

Perlu diketahui bahwa ebook ini merupakan kompilasi dari artikel berseri yang ditulis Ustadz Firanda sendiri yang telah beliau publikasikan di website beliau, http://www.firanda.com. Artikel sebanyak 10 seri ini beliau kutip dari buku aslinya yang berjudul “Sepenggal Catatan Perjalanan Dari Madinah Hingga Radio Rodja – Mendulang Pelajaran Akhlak dari Syaikh Abdurrozzaq Al-Badr hafizhahullah“.

Silakan download pada link berikut bagi yang ingin membaca dan semoga bermanfaat. Baca pos ini lebih lanjut

Pergaulan Bebas Biang Kerusakan

Ustadz Abdullah Taslim. MA

Umar bin Khattab radhiallahu ‘anhu, dalam ucapannya yang populer pernah berkata, “Dulunya kita adalah kaum yang paling hina, kemudian Allah Subhanahu wa Ta’la memuliakan kita dengan agama Islam, maka kalau kita mencari kemuliaan dengan selain agama Islam ini, pasti Allah Subhanahu wa Ta’la akan menjadikan kita hina dan rendah[1].”

Nasehat emas dari shahabat yang mulia radhiallahu ‘anhu ini ditujukan kepada mereka yang mengaku beragama Islam tapi justru tidak merasa bangga dan mulia dengan keislaman mereka, sehingga mereka justru lebih tertarik mengikuti gaya hidup orang-orang yang jauh dari petunjuk Islam dan lebih percaya dengan teori-teori buruk yang mereka kemukakan. Baca pos ini lebih lanjut

Rambu-Rambu Agama Dalam Olahraga

Ustadz Abu Ibrohim Muhammad Ali AM

Dunia olahraga adalah dunia yang penuh de­ngan sensasi dan menjadi hobi kebanyakan anak manusia. Islam-pun tidak melarangnya karena memang hukum asal olahraga adalah halal/di­bolehkan selama tidak disertai perkara- perkara yang terlarang. Hanya saja Islam telah meletak­kan rambu-rambu dan kaidah- kaidah olahraga secara umum agar tidak keluar dari garis syariat.

Oleh karenanya sangat penting untuk kita kaji masalah ini agar kita bisa mengetahui olah­raga/ lomba- lomba apakah yang dibolehkan dalam islam dan dilarang oleh Islam. Diantara kaidah- kaidah tersebut adalah[1] : Baca pos ini lebih lanjut

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.237 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: